PDIP Hanya akan Majukan Kader sebagai Calon Gubernur di Pilkada Sumatera Utara

  • Whatsapp

PDIP SECARA resmi telah membuka masa penjaringan bakal calon (balon) kepala daerah meliputi Gubernur, Bupati dan Walikota untuk Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris DPD PDIP Sumut, Soetarto.

Penulis : Sutrisno Pangaribuan

Bacaan Lainnya

Politisi PDIP

Soetarto menjelaskan bahwa berdasarkan instruksi DPP PDIP, dan rapat koordinasi antara DPD PDIP Sumut dengan DPC PDIP se- Sumut, maka penjaringan bakal calon kepala daerah dibuka, baik untuk Balon Gubernur Sumut maupun wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Bupati atau Walikota atau Wakil Walikota, untuk Pemilu serentak 2024, resmi dibuka sejak, Rabu (3/4/2024).

Soetarto juga menjelaskan, bahwa penjaringan bakal calon kepala daerah dibuka melalui tiga tahapan. Tahapan pertama dilakukan dengan membuka kesempatan bagi seluruh tokoh masyarakat dan kader kader partai yang ingin maju sebagai calon kepala daerah. Tahap kedua, penyaringan dan tahap ketiga, penyampaian keputusan berupa surat tugas dan rekomendasi dari DPP PDIP.

Berdasarkan tahapan tersebut, maka secara khusus untuk Pilgubsu, PDIP hanya akan menjaring kader untuk dimajukan sebagai Balon Gubernur, bukan Balon Wakil Gubernur. “Pada saat PDIP tidak dapat mengusung sendiri ( kursi di bawah 20 atau suara di bawah 25%) saja PDIP selalu mengusung Cagub dari kader sendiri, masa kursi sudah 21 turun jadi Cawagub?”.

Sejak Pilkada langsung, PDIP selalu usung kader sendiri (memiliki KTA PDIP) sebagai Cagubsu. Pilkada 2008, PDIP mengusung Tri Tantomo-Benny Pasaribu, lalu pada Pilkada 2013 mengusung Effendi Simbolon-Djumiran Abdi. Pada Pilkada 2018, PDIP mengusung Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

“Maka jika ada ide siapapun yang menawarkan kader PDIP hanya untuk menjadi Cawagubsu, itu ide sesat, dan kemunduran. Itu tidak mewakili ide , gagasan, dan semangat banteng”.

“Pilpres 2024 adalah wajud keteguhan banteng, digempur dari seluruh penjuru pun, tidak akan mundur. Masa di Sumut justru mau main aman dengan hanya menjadi Cawagubsu? Itu bukan banteng sejati”.

Perolehan kursi PDIP yang melampaui ambang batas (21 kursi) tentu hasil kerja keras seluruh pengurus, kader, dan simpatisan PDIP. Maka saat ini, harus dijadikan sebagai momentum memenangkan Pilgubsu. Rapidin Simbolon, Ketua DPD PDIP Sumut, Anggota DPR RI terpilih 2024, sangat layak dimajukan sebagai Cagubsu. Selanjutnya kader- kader nasional PDIP asal Sumut, seperti Sukur Nababan, Adian Yusak Napitupulu, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, Putra Nababan. Mereka adalah Anggota DPR RI (2019-2024) dan terpilih kembali di Pemilu 2024.

PDIP juga memiliki sejumlah kader lain seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Hendrar Prihadi, atau Tri Risma Harini yang dapat dimajukan di Pilgubsu 2024. Selain terkait calon, PDIP juga tidak akan mengulangi kesalahan dengan memberi “privilage” kepada keluarga tertentu untuk dimajukan sebagai calon.

Seperti diakui oleh Hasto Kristianto, Sekjend DPP PDIP, bahwa PDIP khilaf ketika mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota pada Pilkada 2020. Maka PDIP tentu tidak akan khilaf lagi dengan memberi karpet merah bagi politik dinasti. PDIP di Sumut juga akan konsisten tidak lagi mau khilaf dengan mengusung anak, istri, suami, menantu, atau kerabat dari kepala daerah saat ini untuk menjadi calon kepala daerah berikutnya.

PDIP telah membayar mahal melawan politik dinasti di Pilpres 2024, maka PDIP pasti tidak akan melakukan kesalahan dengan memberi karpet merah bagi politik dinasti di Pilkada serentak 2024. Sebab konsistensi PDIP akan menentukan kemenangan PDIP di Pilkada serentak 2024. Konsisten menolak politik dinasti, konsisten menolak “abuse of power” dalam memenangkan Pilkada.(*)

Pos terkait