ICMI Dorong Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Digital

  • Whatsapp

Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwil Aceh menggelar Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) dan Seminar Nasional pada Sabtu (22/11/25), di aula Kantor Bupati Aceh Utara di Lhoksukon.

Kegiatan Silakwil ICMI Aceh 2025 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia (BI), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Bank Syariah Indonesia (BSI), serta PEMA Global Energi (PGE).

Bacaan Lainnya

Bupati Aceh Utara diwakili oleh Plt. Sekda Aceh Utara, H. Jamaluddin,S.Sos,.M.Pd Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus ICMI Aceh yang telah memilih Aceh Utara sebagai tuan rumah. Ia menyebut ini merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi masyarakat di daerah berjuluk Bumi Pasee ini.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini, yang bertujuan mencari format baru perencanaan dan pembangunan infrastruktur transportasi di Aceh serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” kata Jamaluddin.

Menurutnya, tujuan mulia ini sangat diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan arif dari para cendekiawan ICMI untuk disumbangkan kepada pemerintah daerah. Harapannya, gagasan tersebut dapat membantu Aceh bangkit dari keterpurukan ekonomi yang selama ini dialami.

Ia sangat berharap agar forum yang menghadirkan para cendekiawan muslim ini dapat melahirkan pemikiran dan gagasan arif yang konkret untuk disumbangkan kepada pemerintah daerah.

“Kami sangat mendambakan agar keterpurukan ekonomi ini dapat segera diperbaiki dengan menerapkan gagasan yang disampaikan oleh para cendekiawan yang tergabung dalam ICMI,” katanya.

Ia juga mengajak ICMI Orda Aceh Utara untuk meningkatkan komitmen dan karya nyata, bersinergi bersama pemerintah daerah dalam melanjutkan pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan.

Bupati yakin ICMI dapat berperan aktif dan berkontribusi nyata terhadap berbagai aspek permasalahan daerah, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan dan membangun pemerintahan yang bersih.

“Saya mengajak semua elemen masyarakat, termasuk ICMI, bersinergi untuk membangun kehidupan yang betul-betul Islami, menuju Aceh sebagai daerah yang Baldatun Thaibatun Warabbul Ghafur,” jelasnya.

Ketua Panitia Pelaksana, H. Ismed Nur Aj Hasan,S.Sos menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh Pengurus ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Aceh. Pihaknya optimis kegiatan ini dapat berjalan sukses dan meriah, meskipun menghadapi tantangan keterbatasan anggaran pada tahun ini baik di tingkat Orda Aceh Utara maupun Orwil Aceh.

“Kami bertekad untuk menyukseskan acara ini. Kepercayaan yang diberikan menjadi motivasi kami untuk menyelenggarakan kegiatan yang berdampak positif bagi daerah,” kata Ismed.

Ia menambahkan, pelaksanaan Silakwil dan Seminar Nasional ini untuk menyamakan persepsi dan langkah strategis menghadapi Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) ICMI tahun 2025 yang akan berlangsung di Bali pada tanggal 5-7 Desember 2025. Selain itu, Silakwil  kali ini mengusung tema sentral “Meneguhkan Peran Cendekiawan Muslim untuk Mewujudkan Indonesia Emas”.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mencari format baru perencanaan dan pembangunan infrastruktur transportasi di Aceh. Diskusi ini juga sebagai bentuk perencanaan dan pembangunan infrastruktur transportasi di Aceh dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi unggulan Aceh serta menciptakan peluang kerja baru dan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal yang selaras dengan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Ismed Aj Hasan mengatakan, bahwa peserta yang akan hadir pada acara Silakwil ICMI Aceh tahun 2025 ini berjumlah 100 orang yang berasal dari berbagai pengurus ICMI Orwil Aceh dan Organisasi Daerah (Orda) Kabupaten/Kota se-Aceh.

Sedangkan seminar dihadiri 300 peserta terdiri dari pengurus ICMI Orwil Aceh, pengurus ICMI Orda l Aceh Utara, pejabat kabupaten Aceh Utara dan kota Lhokseumawe, pimpinan Dayah, sekolah, ulama, para cendekiawan, dan tokoh masyarakat serta para undangan lainnya.

Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf Kabiro Perekonomian Aceh, Zaini, S.Sos., MM, mengapresiasi peran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) sebagai wadah strategis bagi para cendekiawan di daerah tersebut. Aceh kini memasuki fase pembangunan yang menuntut akselerasi dan perubahan nyata.

Zaini menjelaskan bahwa kunci arah pembangunan Aceh bertumpu pada perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Pembangunan Aceh hanya bisa dicapai dengan birokrasi yang adaptif dan regulasi yang lebih sederhana. Perbaikan governance ini menjadi fondasi utama untuk mendorong sektor pembangunan lainnya,” ujar Zaini.

Selain perbaikan birokrasi, Pemerintah Aceh juga menyoroti pentingnya mengoptimalkan modal sosial yang kuat di daerah Serambi Mekkah ini. Beberapa langkah strategis yang harus dikembangkan meliputi: Digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Penguatan sektor ekonomi syariah, Pemanfaatan maksimal potensi pertanian dan perikanan.

Ia berharap ICMI dapat mengambil peran aktif sebagai jembatan kolaborasi antara para cendekiawan dan eksekutif.

“Kami berharap ICMI dapat menjadi jembatan yang baik antara para cendekiawan dengan pemerintah,” tutup Zaini.

Dukungan ini mencerminkan harapan besar berbagai pihak terhadap peran strategis ICMI dalam memajukan Aceh melalui gagasan inovatif, kolaborasi, dan kontribusi nyata.(mah/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait