Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – Kondisi memprihatinkan melanda SMA Negeri 1 Baktiya pasca musibah banjir yang merendam kawasan tersebut. Ratusan siswa terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan duduk di lantai (lesehan) akibat fasilitas sekolah yang rusak berat. Tidak hanya itu, akses jalan yang berlumpur dan licin memaksa para siswa menggunakan tongkat kayu untuk bisa mencapai ruang kelas.
Kepala SMAN 1 Baktiya, Drs. Marzuki, mengatakan, fasilitas sekolah, terutama meja dan kursi belajar, banyak yang rusak dan tidak layak pakai setelah terendam air banjir dalam waktu cukup lama.
“Kondisi saat ini sangat menyedihkan. Siswa kami terpaksa belajar di lantai karena mebel yang ada sudah hancur terkena banjir. Selain itu, akses menuju ruang kelas sangat ekstrem. Siswa harus dibantu tongkat kayu agar tidak terpeleset di lumpur saat menuju ruang kelas,” kata Marzuki, kepada wartawan, Selasa (13/1/2026).
Banjir yang surut menyisakan endapan lumpur tebal di lingkungan sekolah. Hal ini membuat akses antar gedung menjadi sangat licin dan berbahaya bagi siswa maupun guru.
Penggunaan tongkat menjadi pemandangan sehari-hari di sekolah tersebut agar aktivitas pendidikan tetap bisa berjalan meski dengan keterbatasan fisik yang luar biasa. Marzuki menambahkan bahwa belajar tanpa meja dan kursi membuat konsentrasi siswa menurun dan banyak yang mengeluh sakit pinggang serta kelelahan.
Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara segera melakukan langkah darurat. Perbaikan infrastruktur jalan sekolah dan pengadaan mebel baru menjadi kebutuhan mendesak agar proses literasi tidak terhenti lebih lama.
“Kami tidak ingin semangat belajar anak-anak padam hanya karena fasilitas yang tidak mendukung. Namun, kami butuh uluran tangan pemerintah segera. Pendidikan mereka tidak boleh dikorbankan karena bencana ini,” kata Marzuki.
Hingga saat ini, para guru dan siswa terus berupaya membersihkan sisa-sisa material banjir, menunggu perbaikan sarana pendidikan dari pihak terkait.(mah/ops/sir)







