Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – Proyek pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban banjir di Desa Alue Krak Kayee, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menuai polemik. Konstruksi lantai Huntara tersebut diduga tidak layak pakai karena dibangun dengan kualitas sangat rendah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh lantai huntara memiliki ketebalan yang sangat tipis, mengelupas, dan rusak di berbagai sisi. Ironisnya, rumput liar mulai tumbuh menembus lapisan semen di dalam ruangan, menandakan rapuhnya material yang digunakan.
PLT Kepala Desa Alue Krak Kayee, Adi, membenarkan kondisi memprihatinkan tersebut. Menurutnya, selain kualitas bangunan yang buruk, lokasi huntara berada di tanah rendah yang rawan tergenang air.
“Tanahnya sangat rendah, hujan sebentar saja air langsung masuk. Konstruksi cor lantainya sangat tipis, sudah mengelupas, dan ditumbuhi rumput. Ini jelas tidak layak untuk ditempati masyarakat,” kata Adi kepada awak media.
Upaya konfirmasi telah dilakukan terhadap pihak pemborong yang dikenal dengan nama Aji. Namun, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp di nomor +62 821-2401-****, yang bersangkutan tidak memberikan respons. Tak lama kemudian, nomor kontak jurnalis justru diblokir oleh pihak pemborong.
Sikap tertutup ini dinilai melanggar semangat transparansi publik. Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, pihak pelaksana proyek yang menggunakan dana negara wajib memberikan keterangan terkait perkembangan pekerjaan kepada publik.
Desak Bupati dan BNPB Bertindak
Masyarakat bersama awak media mendesak Pj Bupati Aceh Utara dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera turun tangan. Mereka meminta pemerintah memanggil pihak pemborong dan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami mendesak agar kontrak pemborong tersebut dicabut jika terbukti tidak bertanggung jawab dan segera dialihkan ke kontraktor yang lebih profesional. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau kerjasama gelap di balik proyek yang menyangkut hajat hidup orang banyak ini,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kecamatan maupun instansi terkait mengenai kelanjutan perbaikan Huntara Alue Krak Kayee.(mah/ops/sir)







