Jakarta, spiritnews.co.id – Tahun ini, perpustakaan Goethe-Institut Jakarta memperluas koleksi Perpustakaan Benda-Benda (Library of Things) dari satu menjadi empat kategori, yang meningkatkan upaya berbagi sumber daya secara berkelanjutan.
Produk-produk yang tersedia sekarang mencakup peralatan dan perangkat dari empat bidang utama: dapur, DIY (Do It Yourself), kegiatan luar ruangan, dan perlengkapan hobi. Koleksinya bertambah dari semula 19 menjadi total 38 benda.
Perpustakaan Benda-Benda diluncurkan pada tahun 2023, awalnya dengan satu kategori untuk alat-alat dan perangkat dapur. Koleksi ini kini menawarkan barang-barang praktis yang sering diperlukan sesekali saja dan sebenarnya tidak perlu dibeli sendiri, seperti panci presto, jaring bulu tangkis, tongkat treking, dan mesin bor listrik.
Koleksi ini juga menyediakan beberapa peralatan dan perlengkapan, misalnya raket padel, gitalele, kamera instan, atau pun air fryer, yang dapat dipinjam oleh mereka yang mau mencoba barang tersebut terlebih dahulu sebelum membelinya.
“Perpustakaan Benda-Benda didasarkan atas prinsip ekonomi berbagi: alih-alih memiliki barang secara individual, kami membuka akses kolektif sehingga memungkinkan penggunaan sumber daya secara lebih efisien. Dengan penambahan koleksi kami yang sekarang bukan meliputi alat-alat dapur saja, tapi juga perangkat DIY, peralatan kegiatan luar ruangan, dan barang-barang hobi kami berharap bisa mendorong semakin banyak orang untuk mengenal dan memanfaatkan layanan ini,” kata Nathalie Sugondho, Kepala Bagian Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta.
Prakarsa Perpustakaan Benda-Benda memungkinkan barang-barang untuk beredar lebih lama dan memberi kesempatan bagi para peminjamnya untuk menemukan minat baru, mencoba proyek-proyek kreatif, atau mengembangkan keterampilan praktis.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep ini telah diadopsi di berbagai perpustakaan di Jerman, khususnya perpustakaan mahasiswa dan perpustakaan kota di kota-kota besar, seperti Perpustakaan Kota Berlin, Bremen, dan Frankfurt. Perkembangan ini mencerminkan kecenderungan umum di perpustakaan-perpustakaan Jerman untuk memberikan layanan pelengkap yang dapat dimanfaatkan secara kolektif.
Konsep ini juga diharapkan dapat diterapkan oleh semakin banyak perpustakaan di Indonesia. Untuk meminjam barang dari Perpustakaan Benda-Benda Goethe-Institut
Jakarta, calon peminjam harus menjadi anggota perpustakaan terlebih dahulu. Untuk itu diperlukan KTP atau surat keterangan domisili dari wilayah Jabodetabek. Setelah terdaftar, barang dapat dipinjam sesuai ketentuan peminjaman yang berlaku. Barang yang dipinjam harus dikembalikan setelah masa peminjaman berakhir.(rls/red/ops/sir)







