Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara memastikan proyek pembangunan sistem drainase di pusat Kota Lhoksukon akan segera dibangun kembali. Langkah ini diambil untuk menanggapi keluhan masyarakat terkait proyek yang sempat terbengkalai dan memicu genangan air di jantung ibu kota kabupaten tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP/Perkim) Aceh Utara, Dr. Muhammad, S.T., M.T., turun langsung meninjau progres proyek drainase di Kota Lhoksukon, Senin (9/3/2026).
Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis sebelum pengerjaan fisik lanjutan dimulai kembali. Dr. Muhammad menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan agar pekerjaan konstruksi dapat segera dimulai kembali di lapangan.
“Sesuai arahan Bapak Bupati (Ismail A. Jalil), kami berkomitmen untuk menuntaskan sistem drainase ini guna mengatasi persoalan banjir yang kerap menghantui warga Lhoksukon,” ujar Dr. Muhammad, yang baru saja ditunjuk sebagai Plt Kadis PRKP pada akhir Februari 2026.
“Hari ini kita meninjau titik-titik krusial yang akan dilanjutkan pembangunannya. Kita ingin memastikan sistem drainase ini terintegrasi dengan baik agar aliran air dari pusat kota menuju pembuangan akhir tidak lagi terhambat,” ujar Dr. Muhammad.
Pembangunan lanjutan ini diharapkan dapat menuntaskan persoalan saluran yang sebelumnya sempat terhenti. Dr. Muhammad juga meminta dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proses pengerjaan di lapangan berjalan lancar. Target kita, wajah Kota Lhoksukon semakin tertata dan masyarakat merasa lebih aman dari ancaman banjir tahunan.
Proyek peningkatan drainase lingkungan Kota Lhoksukon ini merupakan bagian dari program strategis tahun anggaran 2026 yang difokuskan pada pemulihan infrastruktur dasar pascabencana dan penataan kawasan perkotaan.
Sebelumnya, sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi sipil sempat menyoroti kondisi drainase yang dinilai belum optimal dan justru menimbulkan kerawanan bagi pengguna jalan.
Pembangunan sistem drainase ini diproyeksikan akan menggunakan anggaran yang telah dialokasikan untuk memastikan aliran air menuju pembuangan akhir berjalan lancar, sehingga risiko banjir saat intensitas hujan tinggi dapat diminimalisir secara signifikan.(mah/ops/sir)







