Kota Bekasi, spiritnews.co.id – Walikota Bekasi, Rahmat Efendi meninjau pelaksanaan PCR para calon penumpang Commuter Line di Stasiun Bekasi, Selasa (5/5/2020).
Hal ini terkait pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ke 6 di Kota Bekasi.
Polymerase Chain Reaction (PCR) adalah metode pemeriksaan Virus Corona. Tes PCR bekerja dengan cara mendeteksi bahan genetik yang spesifik di dalam virus.
Melalui menggunakan metode PCR, tenaga medis akan mengambil sampel air liur dan menyeka bagian hidung belakang tenggorokan untuk mengetahui seseorang terinfeksi Virus Corona atau tidak karena Metode PCR dinilai lebih akurat karena bisa mendeteksi virus pada orang dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala.
“Test PCR yang diadakan di Stasiun Bekasi kali ini untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19 pada calon penumpang commuter line khususnya yang tinggal di wilayah Kota Bekasi,” kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi kepada spiritnews.co.id, di Kota Bekasi, Selasa (5/5/2020).
Saat peninjauan, Walikota Rahmat Efendi didampingi oleh Kapolres Bekasi Kota Kombespol Wijonarko S.Ik dan Komandan Kodim 05/07 Kota Bekasi Kolonel Inf Rama Pratama MSi, Direktur RSUD dr Chasbullah Kota Bekasi, Dr. Kusnanto, Kepala Satpol PP Kota Bekasi Abi Hurairah, Kapolsek Bekasi Utara Kompol Chalid Thayeb dan Kepala Stasiun Bekasi Endarno.
Rahmat Effendi mengatakan, akan terus berupaya untuk penanganan pencegahan Virus Disaese Corona 19 (Covid-19) di Kota Bekasi, termasuk salah satu langkah untuk memutus mata rantai ialah menyediakan PCR test ini bagi warga yang keluar masuk Kota Bekasi, terutama di Stasiun Kota Bekasi.
Bagi penumpang yang ingin melakukan test ini, bisa mengantre dan diambil sample sebanyak 300 penumpang disini, di mulai dari pukul 05.00 WIB, sudah habis pukul 07.00 WIB.
“Pastinya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berupaya terus dalam memutus mata rantai Covid-19 ini, disebar para analis dan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan dan RSUD, dalam 2 hari kedepan, PCR test ini akan keluar hasilnya, dan semoga tidak ada penambahan yang banyak, karena jika ada 1 positif saja, kita harus lakukan tracking si pasien positif tersebut,” ucapnya.
Dalam pelaksanaan Test PCR hari ini, Direktur RSUD Dr Chasbullah Kota Bekasi, Dr. Kusnanto, menurunkan setidaknya 5 orang analis kesehatan dan 300 buah alat test untuk melakukan test PCR kepada calon penumpang yang ingin berangkat menggunakan Commuter Line.
“RSUD menurunkan setidaknya 5 orang analis kesehatan yang ditugaskan di Stasiun Bekasi untuk mengetes calon penumpang Commuter Line dan kita juga membawa 300 alat test untuk 300 orang penumpang. Mudah-mudahan hasilnya dapat keluar sore ini, dan apabila ada yang penumpang yang terdampak akan dilacak tempat tinggalnya,” ujarnya.(sam/adv/hms/pemkotbksi)







