Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Saat melakukan inspeksi terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek Jalan Interchange Karawang Barat, Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengaku menemukan lapisan tanah dasar atau subgrade pada sejumlah titik yang dinilai kurang baik sehingga harus dibongkar sebelum masuk tahap konstruksi berikutnya.
“Pengerjaan proyek jalan di wilayah Karawang Barat saat ini dilakukan pada dua segmen. Salah satu titik menjadi perhatian karena kondisi tanah dasarnya cenderung lembek dan tidak cukup kuat untuk langsung dijadikan dasar konstruksi jalan. Tadi saya sudah mengecek, memang subgrade bawahnya tidak baik,” kata Bupati, kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Dikatakan, penanganan dilakukan dengan mengangkat terlebih dahulu lapisan subgrade yang bermasalah. Lapisan tersebut kemudian diganti menggunakan tanah merah sebelum dilanjutkan dengan material konstruksi lainnya. Setelah penggantian tanah dasar, pekerjaan akan dilanjutkan dengan pemasangan limestone atau material lapis pondasi sekitar 30 sentimeter, kemudian base course atau beskos setebal 15 sentimeter.
“Subgrade-nya diangkat dulu, nanti diganti tanah merah. Setelah itu ada limstone 30, kemudian beskos 15 sentimeter, baru nanti dibeton,” katanya.
Menurutnya, lapisan beton yang digunakan memiliki ketebalan sekitar 30 sentimeter. Konstruksi tersebut juga akan dilengkapi tie bar untuk memperkuat struktur dan sambungan pada badan jalan. Ia berharap, pengerjaan Jalan Interchange Karawang Barat dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas masyarakat maupun mobilitas kendaraan kembali berjalan normal.
Diakuinya, proses pengerjaan sejumlah ruas jalan saat ini turut berdampak terhadap kelancaran lalu lintas. Selain Karawang Barat, pekerjaan juga masih berlangsung di Karawang Timur hingga ruas jalan menuju Peruri di wilayah Telukjambe.
“Saya juga minta maaf kepada seluruh masyarakat pengguna jalan. Karawang Barat, Karawang Timur, termasuk juga Telukjambe arah ke Peruri, ini memang masih kita kerjakan secara keseluruhan,” jelasnya.
Karena itu, Aep meminta masyarakat mengantisipasi kepadatan lalu lintas dengan menyesuaikan waktu perjalanan selama proyek berlangsung.(ops/sir)







