PT PIM Siap Antisipasi Pengurangan Jatah Pupuk Subsidi

  • Whatsapp
spiritnews.co.id
Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki
banner 468x60

Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Aceh antisipasi pengurangan jatah pupuk urea bersubsidi ke pasar nonsubsidi dengan membentuk tim pemasaran produk komersil yang tangguh dan unggul baik jenis urea, NPK dan pupuk lainnya serta memilih komiditas pasar yang tepat.

Demikian dikatakan Direktur Utama (Dirut) PT PIM, Husni Achmad Zaki, kepada spiritnews.co.id, di kantornya, Kamis (16/7/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Kendati PT PIM akan sangat berpengaruh dengan pengurangan tersebut namun kita sudah siap yaitu dengan membentuk tim pemasaran yang tangguh tadi,” kata Husni.

Dijelaskan, PT PIM nantinya akan menambah wilayah pemasaran pupuk nonsibsidi baik  urea, NPK dan lainnya. Bahkan untuk pupuk NPK, kata Husni, PT PIM sudah melakukan pengantongan sendiri dan sudah mulai dipasarkan walau ditengah persaingan harga yang  sangat ketat terutama pupuk impor.

“Kita sudah memiliki kiat tersendiri,” katanya.

Diakuinya, terhitung sejak 1 Juni 2020 PT PIM sudah mendapat suplay gas dari PT Pertagas Niaga yang mengelola Blok A Medco dengan harga USD 6,61 per mmbtu selama 13 tahun.

“Jadi percuma mendapat kontrak gas, maka harus mampu menghadapi tantangan apapun,” tegasnya.

Menurutnya, selain dukungan pemerintah juga  kekompakan antar direksi untuk sama sama  berjibaku mencari  jalan keluar dan solusi terbaik.

“Langkah-langkah terobosan yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan daya saing produk pupuk kita di pasar komersil dengan melakukan efisiensi di segala bidang, peningkatan kompetensi SDM, peningkatan kehandalan pabrik dan fokus pada pasar pupuk komersil serta memperhatikan aspek lingkungan,” ujarnya.

Husni menambahkan, seiring dengan Program Pengembangan dan transformasi bisnis PT PIM. Diantara aksi korporasi perusahaan adalah membangun pabrik NPK dan pembelian aset eks PT AAF.

“BUMN pupuk pun akan memanfaatkan atau komersialisasikan lahan industri eks PT AAF tersebut untuk menjaring investor masuk dan diharapkan berdampak domino terhadap kemajuan ekonomi Aceh khususnya Aceh Utara,” jelasnya.

Terkait tanggung jawab sosial kepada masyarakat lingkungan, Husni mengaku, PT PIM konsisten melalui program CSR dengan harus tepat sasaran.

“Begitu juga bantuan kepada desa-desa lingkungan. Semua bantuan akan diantar langsung ke desa masing-masing,” ungkapnya.(mah)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60