Mengidap Kanker Rahim di Usia Senja, Peserta BPJS Kesehatan ini Manfaatkan JKN-KIS

  • Whatsapp

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Menjalani usia senja dengan tenang tanpa sakit penyakit merupakan idaman setiap orang. Tak terkecuali bagi Susgawati (57), yang merupakan seorang peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Namun takdir berkata lain, Susgawati harus menjalani hari tuanya dengan penyakit kanker rahim. Susgawati menceritakan bahwa dirinya harus rutin menjalani pengobatan kanker yang dideritanya.

Bacaan Lainnya

“Awal munculnya BPJS Kesehatan itu saya belum tertarik untuk menjadi peserta JKN-KIS karena saya merasa sehat-sehat saja. Kemudian pada tahun 2021 saya divonis oleh dokter menderita kanker rahim. Kalut rasanya, bagaimana dengan biaya pengobatannya. Ternyata di lingkungan saya tinggal sedang ada pendataan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN-KIS dari pemerintah daerah. Alhamdulillah saya masuk kriteria menjadi peserta JKN-KIS dari segmen PBI. Oleh karenanya sejak itu saya menjadi peserta JKN-KIS dan rutin menggunakan Kartu JKN-KIS untuk pengobatan saya,” kata Susgawati.

Dikatakan, selain berobat jalan rutin, dia juga pernah menjalani operasi serta kemoterapi terhadap kanker rahim yang dideritanya.

“Saat itu saya menjalani operasi serta sinar radioterapi cukup lama. Kalau ditanya biaya yang habis, pasti banyak sekali. Sejak bulan Oktober 2021, saya sudah menjalani sinar 25 kali di rumah sakit. Saya saja tidak bisa membayangkan berapa biaya yang sudah saya habiskan,” katanya.

“Alhamdulillah seluruh biaya pengobatan tersebut dijamin oleh Kartu JKN-KIS. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah, kepada BPJS Kesehatan karena kami merasa sangat terbantu sekali dengan hadirnya Program JKN-KIS di tengah masyarakat. Apalagi saya harus berobat secara rutin setiap bulan, tentunya jika harus mengeluarkan biaya sendiri saya mungkin tidak akan sanggup,” tambahnya.

Susgawati juga mengatakan selama dirinya memanfaatkan Kartu JKN-KIS, dirinya merasa tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali dibanding pasien umum. Pelayanan kesehatan yang didapatkan sangat baik. Mulai dari dokter, perawat, hingga petugas keamanan di fasilitas kesehatan yang dikunjungi sangat ramah dan memberikan pelayanan yang terbaik.

“Untuk obat-obatan alhamdulillah tidak ada kendala sama sekali selama saya berobat. Obat-obat yang saya butuhkan selalu tersedia dan tentunya tidak berbayar. Saya sangat merasa terbantu dengan adanya Program JKN-KIS,” jelas Susgawati.

Ia berharap agar Program JKN-KIS dapat terus berlanjut dan memberikan pelayanan yang semakin baik lagi.(ybs/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait