Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Samosir Bangun Pompa Air Tenaga Surya di Onan Runggu

  • Whatsapp

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir melakukan pembangunan infrastruktur pertanian berkelanjutan. Salah satunya, pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Kecamatan Onan Runggu.

Bupati Samosir, Vandiko T Gultom, mengatakan, proyek PATS tersebut menelan anggaran sebesar Rp 2,6 miliar untuk mengairi sekitar 60 hektare persawahan yang dikelola oleh 100 keluarga petani.

Bacaan Lainnya

“PATS ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara dan Pemkab Samosir dalam mendukung peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan kekeringan,” kata Bupati, saat meresmikan PATS tersebut di Kecamatan Onan Runggu, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, pembangunan PATS merupakan hasil sinergi dengan Gubernur Sumatera Utara dan pengelolaannya diserahkan kepada Pemkab Samosir.

“Dalam periodisasi kepemimpinan saya, ada lima unit PATS yang telah dibangun. Kita ucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Gubernur yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada Kabupaten Samosir,” katanya.

Diakuinya, bantuan ini tidak diperoleh dengan mudah karena harus bersaing dengan kabupaten/kota lain di Sumatera Utara. Satu kelompok tani di Samosir bisa menang dari ribuan kelompok tani lain di Sumatera Utara. Pembangunan PATS di Onan Runggu sempat hampir dialihkan ke daerah lain. Namun, setelah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Utara, program tersebut akhirnya tetap dilaksanakan di Samosir.

“Puji Tuhan dikabulkan, sehingga program ini tetap ada di Kabupaten Samosir. Karena PATS yang sudah dibangun sebelumnya semuanya beroperasi dengan baik, pemerintah provinsi tidak jera memberikan bantuan,” ucapnya.

“Saya mengapresiasi masyarakat yang menghibahkan lahan untuk jalur pipa sepanjang lebih dari satu kilometer. Terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menghibahkan tanah. Ini menjadi contoh bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk tidak melakukan pembangunan,” tambahnya.(rls/red/ops/sir)

Editor: L. Samosir, SE

Pos terkait