Tingkatkan Skala dan Eksekusi, Michael Cola Diangkat sebagai Chief Executive Officer Helus Pharma

  • Whatsapp

Boston dan Toronta, spiritnews.co.id – Helus PharmaTM (“Helus”) (Nasdaq: HELP) (Cboe CA: HELP), perusahaan farmasi tahap klinis yang berkomitmen membantu pemulihan kesehatan mental melalui pengembangan agonis serotonergik baru (“NSA”), mengangkat Michael Cola sebagai Chief Executive Officer, yang segera berlaku.

Pengangkatan Michael Cola dilakukan pada momen yang krusial, seiring Helus memajukan pipeline terapi kesehatan mental generasi berikutnya menuju tonggak klinis dan korporat yang dapat meningkatkan nilai perusahaan, termasuk rilis data Fase 2 yang diharapkan untuk HLP004 pada kuartal ini serta data topline Fase 3 untuk HLP003 pada kuartal IV 2026.

Secara bersamaan, Helus terus membangun portofolio kekayaan intelektual yang luas dan kuat di seluruh pipeline multi-asetnya, dengan lebih dari 350 permohonan paten yang telah diajukan secara global dan lebih dari 100 paten yang telah diberikan. Perusahaan tersebut sedang memajukan program-program yang terdiferensiasi, yang dirancang untuk menangani gangguan kesehatan mental yang serius.

Dengan berlangsungnya transisi dari pengembangan klinis tahap awal menuju eksekusi pada tahap lanjut, Perusahaan semakin memfokuskan upayanya pada interaksi yang aktif dengan regulator global serta perencanaan komersial jangka panjang. Evolusi ini menegaskan pentingnya pemimpin berpengalaman dalam pengembangan obat, pembentukan modal, serta peningkatan skala di tingkat global.

Salah seorang pendiri dan Executive Chairman, Eric So, mengatakan, Michael akan menghadirkan kombinasi langka antara keahlian mendalam di bidang neurosains, pengalaman komersialisasi global, serta kepemimpinan pasar modal yang telah terbukti.

“Seiring Helus memajukan pipeline kesehatan mentalnya yang terdiferensiasi, rekam jejaknya dalam membangun waralaba CNS pertama di kelasnya (first-in-class) dan mengembangkan organisasi global dalam skala besar membuatnya pantas untuk memimpin Helus saat kami berupaya menerjemahkan sains kami menjadi terapi yang bermakna bagi pasien serta nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” kata Eric.

Dengan lebih dari 30 tahun pengalaman di bidang neurosains, penyakit langka, dan farmasi spesialis,  Cola membawa keahlian mendalam dalam membimbing aset CNS inovatif melalui tahap pengembangan hingga masuk ke pasar global, membangun organisasi berperforma tinggi, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Kariernya mencakup berbagai peran pemimpin senior di bidang Litbang, komersialisasi, strategi korporasi, dan pembentukan modal, yang menempatkannya pada posisi yang tepat untuk memimpin Helus melalui fase pertumbuhan berikutnya.

“Saya merasa terhormat dapat bergabung dengan Helus pada momentum yang krusial dan penuh semangat ini,” kata Cola.

Menurut Cola, dengan data klinis HLP003 yang sangat terdiferensiasi yang sudah tersedia serta pipeline kuat dari senyawa-senyawa baru yang sedang dikembangkan, Helus berada pada posisi yang unik untuk memajukan paradigma baru dalam pengobatan gangguan kesehatan mental yang serius.

“Saya antusias untuk bekerja bersama Dewan Direksi dan tim Helus guna membangun fondasi ini serta menerjemahkan kemajuan ilmiah menjadi dampak yang berkelanjutan bagi pasien dan pemegang saham,” katanya.

Sebagai Presiden bisnis Farmasi Spesialis di Shire, Cola membantu mentransformasi perusahaan tersebut menjadi pemimpin global di bidang CNS, meluncurkan dan meningkatkan skala terapi-terapi yang penuh terobosan, termasuk membangun Vyvanse menjadi waralaba bernilai miliaran dolar.

Selain itu, ia juga berkontribusi terhadap pertumbuhan Shire dari kapitalisasi pasar sebesar $5 miliar menjadi $20 miliar, yang membantu memosisikan perusahaan untuk selanjutnya diakuisisi oleh Takeda senilai $62 miliar, salah satu akuisisi farmasi terbesar dalam industri ini.

Di awal kariernya, Cola termasuk dalam jajaran perekrutan awal di Merck yang dipilih untuk membantu pembentukan Astra-Merck, salah satu perusahaan spinoff (pemisahan tidak murni) farmasi paling sukses, yang dibentuk untuk mengomersialisasikan Prilosec, waralaba produk yang pada masanya menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari US$6 miliar. Selanjutnya ia juga memegang berbagai posisi pemimpin senior di AstraZeneca PLC, mendukung perluasan siklus hidup Prilosec serta transisi ke Nexium.

Baru-baru ini, Tn. Cola menjabat sebagai Presiden dan CEO Avalo Therapeutics, Inc., tempatnya memimpin transisi perusahaan agar berfokus pada penyakit langka dan pengobatan genomik, melisensikan aset tahap klinis pertama di kelasnya, serta menghimpun pendanaan dalam jumlah signifikan.

Ia juga pernah menjabat posisi pemimpin senior di dewan direksi, termasuk sebagai Chairman Phathom Pharmaceuticals, Inc. dan mantan anggota dewan Sage Therapeutics, Inc., yang mendukung organisasi tersebut untuk melalui momen penting dalam pengembangan klinis obat serta peluncuran komersial.

Tn. Cola memiliki gelar B.A. di bidang Biologi dari Ursinus College, gelar M.S. di bidang Ilmu dan Teknik Biomedis dari Drexel University, serta mempelajari Rekayasa Hayati di University of Pennsylvania, yang juga merupakan tempatnya bekerja sebagai insinyur biomedis di rumah sakit afiliasinya.(rls/red/ops/sir)

Editor: L. Samosir, SE

Pos terkait