Kabupaten Pidie Jaya, spiritnews.co.id – Proses pemulihan pascabencana banjir besar November 2025 di Kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan progres positif. Selain melalui skema percepatan rehabilitasi oleh pemerintah, kolaborasi sektor privat dan personal kembali membuahkan hasil nyata dengan diresmikannya Sumur Bor Wakaf dari Visca Clarissa di Balai Pengajian Darul Muta’allimin, Desa Kuta Trieng.
Kehadiran infrastruktur air bersih ini menjadi krusial mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya baru saja menetapkan masa transisi pemulihan selama tiga bulan sejak Februari 2026 untuk menuntaskan masalah infrastruktur vital.
Dukungan dan Apresiasi Pemerintah Daerah, melalui Pemkab Pidie Jaya, melalui koordinasi lintas sektor, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif wakaf individu yang membantu beban pemerintah dalam penyediaan layanan dasar.
Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya gotong royong antara pemerintah, NGO, dan donatur pribadi untuk mempercepat transisi dari masa tanggap darurat menuju rekonstruksi penuh.
Dukungan pemerintah juga terlihat dari upaya Kementerian PU dan BPBPK Aceh yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan air bersih darurat melalui truk tangki bagi puluhan ribu warga terdampak di Meureudu. Kehadiran sumur bor wakaf ini dinilai sebagai solusi jangka panjang yang sejalan dengan target pemerintah untuk menambah titik-titik sumber air baru di wilayah terdampak.
Khidmat Doa untuk Sang Dermawan, Acara peresmian sumur bor ini ditutup dengan sesi doa bersama yang diikuti oleh ratusan santri, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Suasana penuh haru menyelimuti balai pengajian saat doa khusus dipanjatkan untuk Ibu Visca Clarissa di Sleman.
Pimpinan Balai Pengajian, Tgk. H. Anwar, memimpin doa yang memohon agar setiap tetes air yang mengalir menjadi penghapus dosa, pembuka pintu rezeki, dan perlindungan bagi keluarga donatur. “Kami menitipkan doa terbaik dari tanah Aceh ke langit, memohon agar kebaikan Ibu Visca dibalas dengan kesehatan abadi dan kemuliaan di sisi-Nya. Beliau telah membasuh duka kami dengan air kehidupan ini,” tuturnya dengan nada sembab.
Teknis Pengerjaan dan Transparansi Amanah dalam Pelaksana amanah, Tgk. Azhar Kiran dan H. Machfud, memastikan bahwa pengerjaan sumur telah memenuhi standar kelayakan. Mengingat kondisi tanah yang sempat terisolasi dan tertutup sedimentasi lumpur pekat, pengeboran dilakukan lebih dalam untuk menjamin kualitas air tetap jernih meskipun di musim penghujan.
“Pemerintah terus memacu pemulihan infrastruktur meunasah dan tempat pendidikan. Kami, sebagai bagian dari masyarakat, mengambil peran untuk memastikan ketersediaan air bersih di lembaga pendidikan keagamaan ini sudah siap sebelum masa transisi berakhir,” jelas H. Machfud.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa solidaritas masyarakat Indonesia tetap kuat. Di tengah upaya pemerintah pusat yang terus mengucurkan dana bantuan triliunan rupiah untuk rehabilitasi Aceh, peran individu seperti Visca Clarissa menjadi pemantik semangat bagi warga lokal untuk bangkit kembali.
Kini, air dari Sumur Bor Wakaf tersebut telah resmi digunakan untuk aktivitas sanitasi, wudu, dan kebutuhan konsumsi harian, menjadi bukti bahwa kepedulian tidak terhalang oleh jarak geografis antara Sleman dan Pidie Jaya.(rls/red/ops/sir)







