Kabupaten Pidie, spiritnews.co.id – Di tengah semangat kebangkitan pendidikan pasca-musibah yang melanda Aceh akhir tahun 2025, sebuah bintang baru lahir dari pelosok Kabupaten Pidie.
Muhammad Waliyul Azka, santri sekaligus murid kelas V dari MIN 40 Pidie, secara resmi dinobatkan sebagai Juara Umum (Bintang Festival) pada penutupan Festival Ramadhan Produktif (FRP) Fase III Tahun 1447 H / 2026.
Prestasi Muhammad Waliyul Azka tergolong fenomenal. Ia berhasil menyabet posisi terbaik di berbagai cabang lomba, mulai dari seni religius hingga kemampuan bahasa.
Berdasarkan rekapitulasi nilai akhir, Muhammad Waliyul Azka mendominasi podium dengan rincian gelar sebagai berikut: Juara 1 (Terbaik I): Cabang Tartil Al-Qur’an (Nilai 89), Tilawah Al-Qur’an (Nilai 90.5), Pidato Bahasa Inggris (Nilai 90), Pidato Bahasa Indonesia (Nilai 88), dan Kaligrafi (Nilai 85).
Selanjutnya Juara 2 (Terbaik II): Cabang Shalawat/Religi (Nilai 92), Pidato Bahasa Arab (Nilai 85), Seni Suara/Qasidah (Nilai 82), dan MC/Master of Ceremony (Nilai 73).
Kualitas Penilaian Standar Internasional, Kemenangan Muhammad Waliyul Azka bukan didapat dari kompetisi biasa. Festival yang diinisiasi oleh Ustadz Azhar Kiran—Tokoh Guru Nasional 2025 sekaligus peraih penghargaan PGM Indonesia—ini menghadirkan dewan juri lintas batas dengan standar internasional.
Duduk sebagai juri utama adalah Qari Internasional, Ustadz H. Ahmad Azroi Hasibuan, S.Pd.I., didampingi pakar terkemuka Aceh seperti Ustadz Agussalim ZA, Ustadz Amir Fauzi S.Pd, Ustadz Sayed Abdullah S.Ag, Ustadz Fakhrullah, serta Tgk Husni Al Muna.
Kehadiran para ahli ini memastikan bakat Muhammad Waliyul Azka diakui secara objektif di level tertinggi. Infak Jariyah untuk Anak Desa. Hal yang membuat festival ini kian menyentuh hati adalah fakta bahwa seluruh apresiasi, termasuk hadiah utama berupa Sepeda Gunung Eksklusif untuk Muhammad Waliyul Azka, bersumber sepenuhnya dari dana pribadi Ustadz Azhar Kiran. Dia meniatkan ratusan hadiah ini sebagai infak jariyah demi memotivasi anak-anak di pelosok desa agar mendapatkan apresiasi setara tingkat nasional.
“Kami ingin memberikan pelayanan terbaik bagi para pejuang Al-Qur’an. Persiapan logistik hingga administrasi piagam sudah rampung 100%,” tegas Ustadz Azhar Kiran.
Pesan untuk sang bintang meskipun distribusi hadiah sempat terkendala teknis, penyelenggara memastikan seluruh paket apresiasi akan tiba langsung ke rumah masing-masing pemenang mulai Kamis, 30 April 2026. Dewan juri menitipkan pesan mendalam agar Muhammad Waliyul Azka tidak cepat puas.
“Jadikan kemenangan ini motivasi untuk terus belajar. Pertahankan prestasi ini hingga tahun depan dan seterusnya,” ujar perwakilan juri.
Kisah Muhammad Waliyul Azka, bocah asal Desa Kampung Blang, Simpang Tiga ini, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan geografis bukan penghalang untuk bersinar melalui program inovatif Belajar Mandiri 24 Jam.(azh/ops/sir)







