Jakarta, spiritnews.co.id – PATA Indonesia Chapter kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan inklusif melalui penyelenggaraan webinar internasional bertajuk “SDG 5: Gender Equality – Lead, Inspire, and Transform; Empowering The Next Generation For Gender Equality” Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Universitas Pancasila sebagai bagian dari upaya memperkuat agenda pembangunan berkelanjutan.
Webinar yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini menghadirkan berbagai tokoh lintas sektor, mulai dari akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan, untuk membahas peran strategis generasi muda dalam mendorong kesetaraan gender, sejalan dengan Sustainable Development Goals, khususnya tujuan ke-5.
Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Eksekutif PATA Indonesia, Agus Canny, serta Rektor Universitas Pancasila, Adnan Hamid. Dalam pernyataannya, Agus Canny menegaskan bahwa momentum ini juga menjadi refleksi semangat Hari Kartini.
“Generasi muda memiliki peran transformatif dalam membentuk masa depan yang lebih adil dan inklusif. Melalui forum ini, kami ingin mendorong lahirnya gagasan dan aksi nyata untuk mempercepat kesetaraan gender,” kata Agus.
Sementara itu, Adnan Hamid menekankan bahwa kesetaraan gender bukan sekadar isu sosial, melainkan fondasi penting bagi pembangunan global. Ia mengingatkan bahwa meskipun kemajuan telah dicapai, tantangan struktural masih menghambat akses perempuan terhadap peluang dan kepemimpinan di berbagai sektor.
Webinar ini juga menghadirkan pidato kunci dari Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, serta menghadirkan sejumlah pembicara ternama seperti Hera Oktadiana, Irina Rafliana, Vindex Tengker, Ika Nazaruddin, dan Reza Soltani. Diskusi dipandu oleh moderator Vitha Octavanny.
Berbagai perspektif yang disampaikan dalam forum ini menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif dalam mencapai kesetaraan gender. Pendidikan, advokasi, serta penguatan kepemimpinan perempuan disebut sebagai kunci dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Selain menjadi ruang dialog, webinar ini juga diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret melalui kemitraan antara institusi pendidikan, organisasi profesional, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dinilai krusial untuk memastikan bahwa prinsip kesetaraan tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga terimplementasi dalam kebijakan dan praktik nyata.
Melalui inisiatif ini, PATA Indonesia Chapter berharap dapat memperluas kesadaran publik sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan kesetaraan gender, baik di sektor pariwisata maupun bidang lainnya. Seiring dengan target Agenda 2030, forum ini menjadi pengingat bahwa perubahan membutuhkan komitmen kolektif dan aksi berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat kepemimpinan dan pemberdayaan, webinar ini tidak hanya menjadi ajang berbagi gagasan, tetapi juga panggilan untuk bertindak mengubah inspirasi menjadi gerakan nyata menuju masa depan yang lebih setara.(rls/red/ops/sir)







