Isu Informasi Ancaman Bom di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali

  • Whatsapp

Kabupaten Badung, spiritnews.co.id – Berkaitan dengan pemberitaan terkait dugaan ancaman keamanan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, bahwa pada Minggu (2/7/2026) sekitar pukul 21.58 WITA, pihak bandara menerima informasi elektronik yang mengandung dugaan ancaman bom.

Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan, pihak bandara bersama unsur Komite Keamanan Bandara dan instansi terkait langsung melaksanakan prosedur penanganan ancaman keamanan sesuai standar operasional yang berlaku.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan hasil penelusuran lebih lanjut, tidak ditemukan indikasi kebenaran atas informasi yang diterima pihak bandara,” kata Eka.

“Dapat kami sampaikan bahwa operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tetap berjalan secara aman, lancar, dan terkendali,” tambahnya.

Dikatakan, Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali telah  menyampaikan kepada seluruh pengguna jasa bandara dan masyarakat umum untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai atau menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

“Kami selaku pengelola bandara berkomitmen untuk senantiasa memastikan aspek keamanan dan keselamatan operasional bandara,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara untuk tidak bercanda, membuat, atau menyampaikan informasi palsu mengenai ancaman bom, maupun bentuk ancaman keamanan lainnya di Bandara. Bandara merupakan objek vital nasional yang pengamanannya dilaksanakan secara ketat sesuai peraturan perundang-undangan.

Sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan, segala bentuk penyampaian informasi palsu mengenai ancaman dan gangguan keamanan di bandara merupakan bentuk pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi sesuai hukum yang berlaku.

“Manajemen Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan terus berkoordinasi dengan seluruh instansi berwenang dan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut melalui kanal komunikasi resmi,” ungkapnya.(rls/red/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait