Kabupaten Sukabumi, SpiritNews-Massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang menggelar aksi damai di Pendopo Negara Kabupaten Sukabumi, Jumat (5/5/2017) merasa kecewa.
Kekecewaan itu terjadi karena tidak mendapatkan tanggapan dari Bupati Sukabumi dan Kepala Dinas Kesehatan. Akibatnya, GMNI mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi.
“Kami sangat kecewa. Saat rakyat atau mahasiswa hendak menyampaikan pendapatnya, tidak ada satupun pejabat yang menanggapi,” kata Ketua GMNI Sukabumi, Dewex Sapta Anugrah, sesuai menjalankan shalat Jumat.
Dewex menyebutkan, bukan hanya isu pelayanan kesehatan yang akan mereka suarakan pada demo lanjutan. Proses rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) akan mereka suarakan. “Kami memandang tidak ada transparansi rekrutmen PTT dan Bidan Harian Lepas,” tegasnya.
Jika tidak menanggapi, tegas Dewex, artinya ada kejanggalan sehingga proses Sukabumi lebih baik religius dan mandiri tidak tercapai hanya sebatas jargon dan wacana saja.
Dewek menganggap Pemerintah dan Dinas terkait telah gagal dan lamban menjadikan Sukabumi lebih baik dan telah menjadi wacana tanpa solusi.
“Kami akan terus kawal sampai tuntas dan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih banyak ke Dinas Kesehatan dan langsung ke Kejaksaan jika ada indikasi penyalahgunaan wewenang,” katanya.
Selain itu, GMNI mengutarakan beberapa tuntutan diantaranya, memaksimalkan pelayanan kesehatan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas Puskesmas serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“*Kami juga akan mendesak penghapusan tebang pilih penanganan pasien antar pengguna BPJS dan Non BPJS, meminta responsip dalam proses penanganan pasien. Tak kalah penting, hapuskam nepotisme dalam proses pelayanan,” ungkapnya.(ony)
Kecewa Tidak Ditanggapi, GMNI Ancam akan Aksi Lebih Besar Lagi







