Kemeriahan Pesta Gotilon HKBP Kota Palu, Perkuat Kebersamaan dan Persatuan antar Jemaat  

  • Whatsapp

Kota Palu, spiritnews.co.id – Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Palu Resort Sulawesi Tengah menggelar Pesta Gotilon atau pesta syukuran tahunan atas berkat dan rezeki yang diberikan Tuhan kepada jemaat selama satu tahun, Minggu (13/9/2026).

Pesta Gotilon ini merupakan gelaran rutinitas yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ucapan syukur atas hasil panen atau berkat dan rezeki yang diterima oleh Tuhan kepada jemaat. Sekaligus untuk menciptkaan kebersamaan, mempererat silaturahmi antar jemaat serta memperkuat persatuan antar jemaat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di Gereja HKBP Kota Palu yang terletak di Jalan Gereja Nomor, 36, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Pesta Gotilon yang mengangkat tema “Debata Patupa Halongangan tu Bangsona” atau “Tuhan melakukan perbuatan besar (atau mujizat/perbuatan ajaib) bagi umat-Nya”, ini dimeriahkan dengan berbagai seperti penampilan Tortor, Lelang, sakti-sakti dan doorprize.

Pendeta E. Simaremare, STh, saat membawakan jamita atau kotbah yang dikutip dari

2 Musa (Keluaran) 14:19-31 “peristiwa mukjizat pembelahan Laut Tberang dan penyelamatan bangsa Israel dari kejaran tentara Mesir”.

“Artinya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita. Tuhan Yesus mampu melakukan pekerjaan yang sangat sulit demi menyelamatkan umat manusia,” kata Pendeta Simaremare.

Menurutnya, perbuatan yang sangat besar atau perbuatan ajaib atau mujizat yang dilakukan Tuhan untuk umat manusia adalah Tuhan mampu memindahlan tiang awan ke belakang orang Israel, sehingga memberikan terang bagi Israel dan kegelapan bagi pasukan Mesir.

Selain itu, kata Pendeta Simaremare, Tuhan juga melalui Musa mengulurkan tangannya untuk membelah laut yang sangat luas. Tuhan memakai angin timur yang keras untuk menguakkan air laut menjadi tanah kering.

“Orang Israel berjalan di atas tanah kering dengan air sebagai tembok di kiri-kanan mereka, sementara tentara Mesir dikacaukan Tuhan dan tenggelam. Bangsa Israel akhirnya percaya kepada Tuhan dan kepada Musa. Ini Adalah kemenangan dan iman bagi umat manusia,” katanya.

Selain itu, Pendeta Simaremare juga mengutip kotbahnya dari 1 Petrus 2:1-10 yang berisi seruan bagi orang percaya untuk meninggalkan kejahatan dan hidup sebagai umat pilihan Allah yang berlandaskan kepada Yesus Kristus sebagai batu penjuru.

“Kita diminta untuk membuat segala jenis kejahatan. Umat diminta membuang segala bentuk kebencian, tipu muslihat, kemunafikan, iri hati, dan fitnah. Agar jemaat HKBP Kota Palu bisa bersatu menciptakan kebersamaan, maka saya mengajak seluruh jemaat untuk membuang sebagal bentuk kejahatan,” jelasnya.

“Sebab, jemaat menyerupai bayi. Karena orang percaya harus seperti bayi yang merindukan air susu rohani yang murni agar dapat bertumbuh dalam keselamatan,” tambahnya.

Dikatakan, jemaat atau umat manusia harus dapat seperti batu yang hidup. Sebab Yesus Kristus adalah batu hidup yang ditolak manusia tetapi dipilih dan dihormati oleh Allah. Orang percaya juga dibangun menjadi rumah rohani. Sehingga umat Tuhan mendapatkan identitas baru.

“Umat Tuhan disebut sebagai bangsa yang terpilih, imamat rajani, bangsa yang kudus, serta umat kepunyaan Allah untuk memberitakan perbuatan-perbuatan besar-Nya,” ujarnya.

Melalui Pesta Gotilon, Pendeta Simaremare mengajak semua jemaat HKBP Kota Palu agar dapat memperkuat kebersamaan, hidup saling mengasihi serta hidup dalam Tuhan Yesus.(efs/ops/sir)

Editor: L. Samosir, SE

Pos terkait