
Kabupaten Karawang, SpiritNews – Makam Bupati Kabupaten Karawang, Adipati Singaperbangsa, yang berada di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon kondisinya memprihatinkan.
Bangunan makam bupati pertama ini nyaris ambruk, dengan kondisi atap plapon sudah rapuh dan ditambal terpal sebagai bentuk mencegahan agar air hujan tidak masuk ke pemakaman.
Anehnya, Pemkab Karawang membiarkan begitu saja. Padahal makam itu adalah nilai sejarah bagi Kabupaten Karawang.
Seperti diketahui, Adipati Singaperbangsa bupati pertama dan yang menjabat paling lama. Kemudian diteruskan oleh keturunannya yang dimakamkan ditempat yang sama.
Dilokasi pemakaman itu ada lima mantan bupati. Tiap ulang tahun Karawang selalu dibacakan riwayatnya oleh salah satu pejabat yang kini memiliki jabatan strategis.
Namun disayangkan, pemkab Karawang seolah tutup mata dengan hal tersebut. Warga Karawang yang sering melakukan ziarah ke makam Singaperbang merasa di kecewakan oleh bupati yang saat ini menjabat, Cellica Nurrachiana. Pasalnya APBD Karawang tiap tahun meningkat sampai 3,7 Trilyun dalam satu tahun. Kemudian bangga atas kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karawang yang capai miliaran.
Karawang memiliki kekayaan hasil pertanian, kelautan, kawasan industri yang besar se Asia Tenggara. Sayangnya tidak bisa melakukan renovasi makam bupati Singaperbangsa.
Ketua Yayasan Budaya Mandiri Saung Beureum, H Dian Kurnia, mengaku sering ziarah ke makam Singperbangsa. Dian menyebutkan kondisinya sudah tidak layak lagi dan memprihatinkan.

“Bangunan tua itu layak direnovasi, karena hampir ambruk dan layak dibenahi oleh pemerintah,” ujarnya, Jumat(7/7/2017)
Bila tidak dibenahi, makam bupati Singaperbang akan menjadi sebuah sejarah dalam sebuah buku dan cerita saja. Ia mengharapkan ada perbaikan dari pemerintah.
“Entah apa yang menjadi alasan bupati Cellica, tidak menganggarkan perbaikan untuk makam Singaperbang. Konon sempat ada pengajuan perbaikan dari intansi terkait, tapi di coret lagi,” pungkasnya.(ybs)







