10 Tahun Mati Suri, PT Kertas Kraft Aceh Segera Beroperasi Kembali

  • Whatsapp
Kepala Bagian Humas PT Kertas Kraft Aceh, Iskandar AH
Kepala Bagian Humas PT Kertas Kraft Aceh, Iskandar AH

Kabupaten Aceh Utara, SpiritNews-PT Kertas Kraft Aceh sudah berhenti beroperasi lebih dari 10 tahun. Namun semua aset yang dimiliki pabrik kertas kantong semen itu tetap terjaga dan terawat dengan baik.
“Pabrik, kantor, alat berat dan semua peralatan lainnya masih tetap utuh. Bahkan kompleks perumahan serta masjid masih berfungsi,” kata Kepala Bagian Humas PT Kertas Kraft Aceh, Iskandar AH kepada SpiritNews, Selasa (8/8/2017).
Pabrik kertas ini pernah terkenal karena memproduksi kertas kantong semen. Perusahaan ini kolaps pada tahun 2004, setelah mengalami krisis modal. Exxon Mobil pun menghentikan pasokan gas.
Sejak itu, nasib sekitar 1.500 karyawan menjadi tak menentu. Kompleks perumahan karyawan yang indah itupun perlahan-lahan kosong karena ditinggalkan penghuninya.
Menurut Iskandar, ada sekitar 90 orang karyawan yang masih tetap bekerja mengelola administrasi dan pengamanan serta perawatan aset hingga semua aset tetap terawat dan terjaga.

Turbin Listrik PT Kertas Kraft Aceh

“Kami tetap tekun bekerja walau dalam kondisi perusahaan yang sedang tidak berproduksi,” katanya.
Dijelaskan, dalam suasana mati suri ini sudah berlangsung lama. Pemerintah sepertinya masih tetap berusaha agar PT Kertas Kraft Aceh ini bisa beroperasi kembali.
Renovasi turbin itupun langsung dimulai setelah dilakukan kontrak kerjasama antara PLN dan PT Kertas Kraft Aceh. Sekitar satu tahun masa renovasi Steam Turbin Generator berkapasitas 20 MW bisa beroperasi dengan baik dan dapat terpenuhi kebutuhan arus listrik di dua daerah tersebut. Bahkan dengan beroperasinya turbin tersebut, biaya operasional PT Kertas Kraft Aceh yang sebelumnya ditanggung Pemerintah sekarang tidak lagi.
“Seluruh biaya operasional PT Kertas Kraft Aceh ditanggung sendiri dari hasil penjualan arus listrik kepada PLN,” kata Iskandar.
Seiring beroperasinya turbin ini pula banyak yang berharap PT KKA bisa segera beroperasi kembali bersamaan dimulainya pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Dikatakan, harapan kearah akan beroperasi kembali PT Kertas Kraft Aceh misalnya pada akhir Juli 2017 lalu, ada tim dari Dinas Perindustrian Provinsi Aceh bersama beberapa perusahaan yang tergabung dalam konsorsium KEK dan perusahaan dari Singapura telah meninjau PT Kertas Kraft Aceh.
“Saya belum tahu persis peninjauan yang dilakukan tersebut apa dalam bentuk survey, saya tidak tahu,” ucapnya.
Diakuinya, saat Presiden Jokowi datang ke Aceh telah memerintahkan agar PT Kertas Kraft Aceh bisa beroperasi kembali. Menurut Jokowi, PT Kertas Kraft Aceh masih memiliki masa depan yang cerah.
Tahap awal dalam upaya menghidupkan pabrik itu bisa dilakukan dengan memastikan pasokan bahan baku dari hutan tanaman rakyat (HTR). Dengan demikian, reaktivasi PT KKA tidak hanya menciptakan lapangan kerja langsung di sektor industri, tetapi juga menggerakkan sektor riil karena masyarakat bisa menanam dan menjual kayu sebagai bahan baku.
Janji Presiden Jokowi ini tentu saja menjadi angin segar bagi rakyat Aceh. Karena hingga saat ini, sangat sedikit sektor industri yang berkembang di Aceh.
Selain karena keterbatasan pasokan energi, seperti gas dan listrik, faktor keamanan dan kepastian hukum juga menjadi pertimbangan investor.(mah)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *