
Kota Bekasi, SpiritNews– Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi telah melakukan kerjasama Program USAID IUWAS PLUS, bertempat di Haris Hotel Convension Summarecon Bekasi, Selasa (8/8/2017).
Walikota Bekasi, Dr.H. Rahmat Effendi dan Chief of Party USAID IUWAS PLUS, Louis O Brien yang diwakili Deputy COP Afifah Lestari telah sepakat menandatangani kerangka kerjasama Program USAID IUWAS PLUS yang akan dilaksanakan lima tahun mendukung pembangunan sektor air bersih dan sanitasi di Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Kita bersyukur, Kota Bekasi telah terpilih sebagai kota dalam rangka pencapaian-pencapaian target akses universal 2019 dan Sustanble Development 2030,” kata Walikot Bekasi, Dr. H. rahmat Effendi .
Acara tersebut dihadiri oleh Pemerintah Pusat yaitu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementrian PUPR, Kementrian Kesehatan, Kementrian Keuangan serta dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dan UNSAID Indonesia.
Direktur Perkotaan, Perumahaan dan Permukiman Bidang Pengembangan regional Bappenas, Tri Dewi Virgiyanti memaparkan tentang salah satu amanat Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019.
“Yaitu pembangunan dan penyediaan air minum dan sanitasi yang diarahkan untuk mewujudkan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, aman dan layak,” ujar Tri Dewi Virgiyanti .
USAID IUWAS PLUS merupakan program kerjasama teknis birateral antara Pemerintah Republik Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam pencapaian target akses Universal dan SDGs 2030 tersebut.
“Kota Bekasi yang terpilih menjadi salah satu dari lima daerah dampingan program di wilayah Jawa Barat,” tutur Tri.
Rencana program lima tahun ini berdasarkan hasil kajian bersama terhadap permasalahan dan kondisi terkini sektor air minum dan sanitasi dan rencana kerja Pemerintah daaerah yang akan di dukung oleh Program USAID IUWAS PLUS dan program-program donor dari lembaga lainnya.
Kepala Bappeda Kota Bekasi, Ir. Koswara menyampaikan, laju perkembangan Kota Bekasi Saat ini terbilang sangat pesat dengan laju pertambahan penduduk mencapai 3 % per tahun. Sehingga memunculkan tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pelayanan dasar warganya.
“Termasuk dalam pelayanan air minum dan sanitasi. Cakupan pelayanan air bersih di Kota Bekasi pada 2016 mencapai 31,44 %.Dimana sebanyak 19,81 % Dilayanai oleh PDAM dan 3,53 % oleh SPAM komunal dan masyarakat,” ungkap Koswara.

Sedangkan cakupan layanan sanitasi 20 sebesar 75,02 % yang dilayani dengan system individual (Tengki Septik), IPAL komunal dan jamban sehat. Selebihnya masih melakukan prakter buang air besar (BABS) dengan gambaran tersebut.
“Maka dari itu, saat ini masih banyak tantangan yang cukup besar bagi Pemerintah Kota Bekasi untuk memenuhi target akses Universal 100 % layanan air minum yang aman 100 %, dan layananan sanitasi layak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” paparnya.
Workshop Visoning Pembangunan Bidang air minum dan sanitasi ini merupakan ajang untuk mendapatkan pemahaman bersama tentang kondisi dan tantangan Kota Bekasi dalam bidang tersebut.
“Kami sekaligus menyatukan komitmen Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi untuk memberikan dukungan dan kebijakan spiritas anggaran bagi program dan kegiatan yang memperepat pencapaian target,” Jelasnya. (sam/adv).







