Program Sosial Bank Indonesia Bantu Petani Desa Cikidang

  • Whatsapp
Bupati Bandung Barat, Abubakar ketika meresmikan pipanisasi bantuan dari Bank Indonesia
Bupati Bandung Barat, Abubakar ketika meresmikan pipanisasi bantuan dari Bank Indonesia
Bupati Bandung Barat, Abubakar ketika meresmikan pipanisasi bantuan dari Bank Indonesia
Bupati Bandung Barat, Abubakar ketika meresmikan pipanisasi bantuan dari Bank Indonesia

Kabupaten Bandung Barat, SpiritNews-Pemasangan pipa sepanjang 3 kilometer untuk mengalirkan air dari Gunung Luhur ke areal pertanian holtikultura di Blok Pasir Panjang, Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berhasil mengatasi kesulitan air setiap musim kemarau. Sebelumnya, setiap musim kemarau sebagian besar lahan pertanian tidak bisa digarap.

“Sekarang petani bisa tetap menanam sekalipun musim kemarau,” kata Ketua Gabungan Kelompok Tani Gapoktan) Lembang Agri, Dodih seusai peresmian bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) Pipanisasi untuk Gapoktan Lembang Agri dan Peresmian Urban Farming dalam rangka “Pesantren Peduli Inflasi” di Lembang, Kamis (19/10/2017).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kanwil Bank Indonesia  Jawa barat, Wiwiek Sisto Hidayat, Bupati Bandung Barat Abubakar, sejumlah kepala perangkat daerah, dan petani di Desa Cikidang.

Diungkapkannya, sebelum ada pipanisasi kerap terjadi rebutan air antar sesama petani. Biasanya rebutan terjadi pada malam hari.

“Petani mengisi penuh kolam penampungan di sekitar areal pertanian miliknya. Kerap menimbulkan adu mulut, karena masing-masing ingin kolamnya terisi air,” katanya.

Debit air yang kecil pada musim kemarau hanya bisa dimanfaatkan untuk lahan hortikultura di bagian utara. Sementara lahan di sebelah selatan tak kebagian, praktis selama kemarau tak bisa digarap.

“Alhamdulillah pipa bantuan dari BI ini bisa membantu petani dalam menjaga perekonomiannya. Sebab, setiap musim kemarau tak sedikit petani yang kehilangan mata pencahariannya,” ujarnya.

Kepala Kanwil BI Jawa barat, Wiwiek Sisto Hidayat mengatakan, bantuan pipanisasi ini merupakan bagian dari program sosial. Sudah tiga tahun Gapoktan Lembang Agri menjadi binaan Bank Indonesia.

“Kita memilih gapoktan sebagai program binaan sosial. Ada kaitannya antara pemberian bantuan sosial dengan tugas Bank Indonesia, salah satunya mengendalikan inflasi,” ujarnya.

Hortikultura atau sayuran, menurut Wiwiek dikelompokkan dalam masuk dalam penyumbang inflasi  komponen bergejolak (Volatile Food).  Inflasi tersebut dominannya  dipengaruhi oleh shocks (kejutan) dalam kelompok bahan makanan seperti panen, gangguan alam, atau faktor perkembangan harga komoditas pangan domestik maupun perkembangan harga komoditas pangan internasional.

“Volatile Food menyumbang 26 persen dari total penyumbang inflasi. Diharapkan, melalui pembinaan dan pemberian bantuan ini bisa menjaga stabilitas produksi, sehingga inflasi bisa ditekan. Sampai akhir September angka inflasi sebesar 2,87 persen, tergolong rendah karena terbantu salah satunya dari volatile food,” paparnya.(gus)

Pos terkait