
Kota Bekasi, SpiritNews-Lebih besar pasak daripada tiang ! Beginilah yang sering dialami sejumlah pengusaha di Kota Bekasi, hingga akhirnya terpaksa gulung tikar.
Hal ini juga diperparah Upah Minimal Kota/Kabupaten (UMK) Kota Bekasi yang nyaris mencapai Rp 4 juta.
Selain gulung tidak, tidak sedikit juga pengusaha yang hijrah dari Kota Bekasi, khususnya pengusaha garmen di Kecamatan Bantar Gebang.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, Choiril Asthari, menilai pemerintah perlu membuat kebijakan guna mencegah kemerosotan pelaku pengusaha, guna meminimalisnir peningkatan jumlah pengangguran di Kota Bekasi.
“Salah satu hal yang paling perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi adalah dengan melakukan Penunjukan Langsung (PL) dalam mengerjakan proyek-proyek strategis kepada pengusaha-pengusaha lokal,” kata Choirul, usai Coffee Morning dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, di Graha Hartika Wulan Sari, Jalan Kemakmuran, Margajaya, Bekasi Selatan, Kamis (1/2/2018).
Menurutnya, perlunya langkah PL kepada pengusaha-pengusaha lokal ini untuk menghidupkan kembali peran pengusaha lokal dalam penyerapan Sumber Daya Manusia (SDM).
Ia juga meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) agar terbuka dan bekerjasama dengan KADIN dalam hal peningkatan pertumbuhan SDM berikut dengan pengelolaannya.
“Kami rasa Apindo juga harus terbuka dan harus mau bekerjasama, supaya kami (Kadin) mengetahui permasalahan-permasalahan dan kendala-kendala yang dihadapi para pengusaha di Kota Bekasi,” ujarnya.
Sedangkan banyaknya pengusaha-pengusaha yang memilih hijrah dari Kota Bekasi, sangat disayangkann. Tetapi dia tak bisa memungkiri dengan tingginya UMK yang nyaris mencapai Rp 4 juta.
Ketua Apindo Kota Bekasi, Purnomo, mengatakan, penurunan jumlah pengusaha di Kota Bekasi bisa diminimalisir jika ada pihak-pihak yang memfasilitasi yang datang dari luar negeri.
“Ya intinya, kita harus berani memfasilitasi pengusaha luar negeri agar mau menanamkan ivestasinya di Kota Bekasi. Tetapi untuk masalah perizinan, kami rasa sudah sangat baik,” kata Purnomo.(bon)







