Tenaga Medis di Karawang Ditest Rapid dan PDP Ditest Swab

  • Whatsapp
spiritnews.co.id

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Kendati hingga Sabtu (6/6/2020) tidak ada penambahan pasien positif Covid-19, namun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19 terus melakukan test rapid bagi tenaga medis.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Karawang, dr. Fitra Hergyana Sp.Kk, mengatakan, tak ada penambahan pasien terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Karawang, bukan berarti Gugus Tugas tidak menggelar test secara massif.

Bacaan Lainnya

“Hari ini diadakan tes rapid bagi tenaga kesehatan di UPTD Puskesmas Desa Margamulya yang hasilna non reaktif. Uji swab juga kami lakukan bagi pasien PDP yang hasil rapidnya reaktif. Alhamdulillah dua kali swab negatif,” kata dr. Fitra, saat konferensi pers di Makodim 0604 Karawang, Sabtu (6/6/2020).

Orang dalam pemantauan (ODP) hingga Sabtu, 6 Juni 2020 total berjumlah 5.146 orang. Yang telah selesai pemantauan 4.861 orang, masih dalam pemantauan 279 orang, dan meninggal dunia 6 orang. Orang tanpa gejala (OTG) berjumlah total 881 orang, selesai pemantauan 793 orang dan masih dalam proses pemantauan 88 orang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah total 443 orang, selesai 385 orang, proses pengawasan 21 orang dan meninggal dunia 37 orang.

“Reaktif rapid tes berjumlah 271 orang secara total. Yang sudah sembuh 238 orang, masoh dalam observasi 3 orang dan meninggal dunia 30 orang,” katanya.

Dikatakan, meskipun penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) belum ditentukan oleh pemerintah pusat maupun provinsi, namun Pemkab Karawang dan tim Gugus Tugas mulai perlahan menerapkan AKB namun dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

“Gugus tugas berharap masyarakat bisa lebih memahami pengertian AKB dan tidak langsung menganggap semua menjadi normal seperti sebelum berakhirnya pandemic covid-19,” ujar Fitra.

Menurutnya, AKB jangan dianggap semua bisa bebas, nongrong-nongkrong, menggunakan motor berbonceng tiga, tidak pakai masker, berkerumun di satu tempat. “Ini semua merupakan hal yang salah,” katanya.

AKB secara garis besar kuncinya tiga, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, cuci tangan dengan sabun atau handsanitizer dan jaga jarak. Mudah saja sebetulnya tinggal masyarakat mau berdisiplin atau tidak.

Selain itu untuk persiapan AKB ini, kamipun gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat, supaya tidak ada salah kaprah. Kemarin, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI dan Polri melakukan sosialisasi ke pasar-pasar untuk menyasar para pedagang dan pengunjung pasar agar menerapkan protocol Kesehatan saat beraktivitas di pasar.(sir)

Pos terkait