Jalan Baru, Objek Wisata dan Kantor Desa Sukamandi Diresmikan

  • Whatsapp

Kabupaten Subang, spiritnews.co.id – Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi meresmikan gedung kantor Desa Sukamandi yang presentative, Rabu (28/10/2020).

Selain peresmian bangunan Desa Sukamandi, ada 11 titik jalan baru pertanian, wisata alam curug Cibingin dan wisata alam bukit Jamali (Jamali Park) diresmikan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Sukamandi Kecamatan Sagalaherang, Agus Setiawan, mengaku bangga karena bangunan kantor desa yang sudah bagus dan presentative sehingga pelayanan kepada masyarakat pastinya akan lebih baik lagi.

Berbagai ide gagasan bersama-sama sinergi dengan unsur Lembaga desa dan masyarakat telah dilakukan untuk membangun desa diantaranya dengan gotong royong dan swadaya masyarakat telah dibuka 11 titik jalan baru yang mendukung sektor pertanian sepanjang 7 km dan di sektor wisata telah pemerintah desa ingin menjadikan Desa Sukamandi menjadi pelaku desa wisata yang mampu meningkatkan pedapatan desa dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Hal tersebut perlu didukung oleh infrastruktur, dan dengan gotong royong pemerintah desa dengan masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah daerah mudah-mudahan hal tersebut bisa ada perbaikan melalui bantuan bansos maupun aspirasi.

Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi, dengan diresmikannya bangunan baru Desa Sukamandi diharapkan pelayanan semakin prima dan seluruh masyarakat desa dapat merasakan manfaat dari pelayanan tersebut.

“Desa Sukamandi merupakan desa yang kaya akan potensi pertanian dan wisata yang perlu dikembangkan. Alhamdulillah, hari ini pun akan meresmikan wisata baru curug Cibingbin dan bukit Jamali yang kedepannya mampu menjadikan Desa Sukamandi menjadi desa wisata mengingat berbagai akses pendukung seperti jalan Cipeundeuy-Serangpanjang sedang dibangun yang nantinya pasti banyak pengunjung yang datang ke wilayah kecamatan Sagalaherang salah satunya Desa Sukamandi untuk berwisata,” kata Agus.

“Wisata Desa akan terangkat dan otomatis perekonomian masyarakatpun meningkat karena pelaku UMKM di wilayah tersebut akan meningkat pendapatannya,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi pembangunan 11 titik jalan pertanian yang pendanaanya hanya Rp 50 juta  sisanya dengan dana swadaya masyarakat secara bergotong royong dan guyub. Partisipasi masyarakat desa sangat tinggi. Dibuktikan dengan banyaknya membuka jalan dengan swadaya, termasuk pelebaran jalan wakaf dari masyarakat.(rls/red)

Pos terkait