BIN Jabar Bersama PT. Nusantara Bina Diagnostik Hibahkan Alat Dekteksi Covid-19 untuk RSUD Subang

  • Whatsapp

Kabupaten Subang, spiritnews.co.id – Wakil  Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menerima hibah berupa satu set alat medis pendeteksi Covid-19 dari Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Provinsi Jawa Barat bersama PT Nusantara Bina Diagnostik, dan diserahkan kepada RSUD Kelas B Subang, Rabu (28/7/2021).

Bantuan yang diberikan berupa unit real time PCR analyzer radio 96, full automated extractor machine radi prep plus, reagent pcr radi covid-19 detection kit dan reagent extractor Covid-19 radi prep plus swab and stool DNA kit.

Bacaan Lainnya

Direktur PT Nusantara Bina Diagnostik, Joko Triono, berharap semoga alat pendeteksi Covid-19 yang dihibahkan, dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga mampu membantu masyarakat, pemerintah daerah Subang dan tenaga kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Kepala BIN Daerah Provinsi Jawa Barat, Brigjen Agus, mengatakan, dimasa pandemi Covid-19 ini, BIN turut serta dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 di seluruh Indonesia. BIN berusaha memfasilitasi daerah dan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan dalam membantu penyediaan alat medis pendeteksi Covid-19.

“Subang sangat luar biasa karena di Jawa Barat baru 2 daerah yang mendapatkan bantuan alat tersebut yaitu Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Subang. Dan kedepannya semoga daerah lainnya akan segera mendapatkan bantuan alat medis pendeteksi Covid-19 tersebut,” kata Brigjen Agus.

Wakil  Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi atau yang akrab disapa Kang Akur mengucapkan terima kasih kepada BIN Jawa Barat dan PT. Nusantara Bina Diagnostik yang memfasilitasi dan memberikan bantuan.

“Alat ini sangat membantu kinerja pemerintah dan RSUD dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Subang terutama dalam hal hasil swab yang akan lebih cepat, karena sebelumnya pemeriksaan swab harus dikirim ke Bandung untuk mengetahui hasilnya,” kata Kang Akur.

Diakuinya, dalam melakukan 3 T (Testing, tracing dan Treatment), pada tahap testing dan tracing sebelumnya membutuhkan waktu yang lama sekitar 3 hari hingga 2 minggu, bahkan sampai tidak diketahui hasilnya sehingga menjadi kendala dan menjadi masalah di masyarakat sampai ada masyarakat yang mengasumsikan bahwa hasil reaktif Covid-19 tersebut  merupakan vonis yang dikeluarkan oleh rumah sakit, sehingga menimbulkan konflik di masyarakat.

“Dengan alat ini akan mampu mempercepat hasil tes sehingga akan ketahuan apakah negative atau positif sehingga pihak rumah sakit dapat segera memutuskan tindakan berikutnya apakah pasien ditangani secara biasa atau secara penanganan Covid-19, baik dalam hal perawatan maupun dalam hal pemakaman,” ujarnya.

Alat pendeteksi Covid-19 tersebut, bekerja dalam waktu 2 jam, dan mampu memproses sample tes swab pcr sebanyak 96 sample.(sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait