Masyarakat Berharap Akses Pendidikan Berkeadilan di Era Pemerintahan Prabowo

  • Whatsapp

Jakarta, spiritnews.co.id – Pendiri Pejuang Pendidikan Indonesia Dr. Iswadi, M.Pd. mengharapkan agar akses pendidikan yang berkeadilan menjadi prioritas dalam pemerintahan Prabowo Subianto.

Sebagai seorang akademisi, beliau menyoroti pentingnya kesetaraan kesempatan pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau kurang mampu.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap pemerintah dapat mengalokasikan sumber daya dan kebijakan yang memungkinkan pendidikan yang merata dan berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi para siswa,” kata Iswadi kepada wartawan, di Jakarta, Senin (11/11/2024).

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan terhadap tenaga pendidik serta peningkatan fasilitas pendidikan di berbagai daerah agar semua anak bangsa dapat memperoleh pendidikan yang layak dan setara.

“Harapannya untuk pemerataan akses pendidikan di era pemerintahan Prabowo Subianto. Di tengah berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi Indonesia, seperti kesenjangan ekonomi, infrastruktur yang tidak merata, serta minimnya tenaga pendidik di daerah terpencil,” katanya.

Alumni Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta tersebut mengatakan pemerataan akses pendidikan bukan hanya sebatas menyediakan sekolah, tetapi juga memastikan bahwa setiap anak di seluruh pelosok negeri memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar pendidikan di Indonesia adalah disparitas antara daerah perkotaan dan pedesaan. Banyak anak di daerah terpencil masih harus berjalan berkilo-kilometer untuk mencapai sekolah terdekat, dan mereka seringkali dihadapkan pada fasilitas yang jauh dari memadai, bahkan terkadang harus belajar di bawah kondisi bangunan yang tidak layak.

“Pemerataan akses pendidikan harus dimulai dari pembenahan infrastruktur. Hal ini meliputi pembangunan sekolah-sekolah baru, perbaikan fasilitas yang sudah ada, serta pengadaan alat-alat belajar yang modern dan memadai,” jelasnya.

Selain itu, distribusi tenaga pendidik yang profesional dan kompeten ke seluruh wilayah juga menjadi kunci. Masalah minimnya guru di daerah-daerah terpencil dapat diatasi dengan memberikan insentif yang menarik bagi para guru untuk mau ditempatkan di daerah tersebut.

Selain insentif, juga perlu diadakan program pelatihan berkelanjutan bagi para guru di daerah agar kualitas pengajaran tetap terjaga.

Iswadi menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam upaya pemerataan pendidikan. Di era digital saat ini, teknologi informasi dapat menjadi alat yang ampuh untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Pemerintah dapat memanfaatkan teknologi e-learning untuk memberikan pembelajaran jarak jauh bagi siswa di daerah terpencil.

Program seperti ini dapat membuka kesempatan bagi anak-anak yang selama ini terhalang oleh keterbatasan akses fisik untuk mendapatkan materi pelajaran dan bimbingan dari guru-guru terbaik di Indonesia. Namun, keberhasilan program ini tentu memerlukan dukungan infrastruktur internet yang memadai di seluruh pelosok negeri.

“Pendidikan yang merata bukan hanya menyediakan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk bersekolah, tetapi juga memberikan materi pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing. Saya berharap pemerintah di era Prabowo dapat merumuskan kurikulum yang fleksibel dan adaptif, yang tidak hanya mengacu pada standar nasional, tetapi juga memperhatikan potensi lokal,” ungkapnya. (mah/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait