Bermitra dengan Major League Soccer,  Philadelphia Union Gelar Global Summit Aspire in the World Fellows

  • Whatsapp

Philadelphia, spiritnews.co.id –  Aspire Academy Global Summit 2025 mempertemukan beberapa tokoh paling berpengaruh dalam dunia sepak bola selama dua hari diskusi mendalam dan eksplorasi pengetahuan baru di Subaru Park, markas Philadelphia Union, di Philadelphia, AS.

Global Summit edisi ke-11 ini diadakan di AS untuk pertama kalinya dan diselenggarakan bekerja sama dengan Philadelphia Union serta bermitra dengan Major League Soccer (MLS).

Global Summit tahunan ini adalah bagian dari program “Aspire in the World Fellows” Aspire Academy, sebuah inisiatif global yang menghubungkan lebih dari 50 klub, federasi, dan liga yang didedikasikan untuk memajukan pengembangan pemain dan pelatih dalam sepak bola. Program ini menyediakan wadah untuk berbagi praktik terbaik, hasil penelitian, dan wawasan performa praktis yang mendorong perkembangan berkelanjutan dunia sepak bola.

Selain diskusi meja bundar, lokakarya, dan klinik pelatihan praktis, para delegasi juga mendengarkan pemikiran para bintang sepak bola dunia yang membagikan wawasan mereka tentang arah masa depan sepak bola berdasarkan pengalaman mereka.

“Hal terpenting dalam mengembangkan sepak bola adalah mengembangkan pelatih. Kita semua terus belajar. Mengumpulkan orang-orang untuk berbagi pengalaman dan gagasan membantu kita semua berkembang, terutama karena permainan ini terus berkembang,” kata Sir Gareth Southgate, mantan Manajer Tim Nasional Inggris.

Mantan manajer Liverpool, Chelsea, dan Real Madrid, Rafa Benitez memimpin diskusi Kelas Pakar mendalam terkait evolusi taktik dan manajemen performa. Ia menyoroti tiga area di mana permainan telah berubah dalam beberapa tahun terakhir: meningkatnya penggunaan analisis video terhadap performa pemain, tersedianya lebih banyak data statistik bagi para pelatih, dan meningkatnya kemampuan teknologi GPS.

Obrolan Bersama Bintang lainnya menampilkan Wilfried Nancy, Pelatih Kepala Columbus Crew dan Pelatih Terbaik MLS 2024, yang membahas keseimbangan antara struktur dan kreativitas dalam pelatihan.

“Pelatihan berkaitan dengan keterbukaan, daya tahan, dan kedekatan; membantu para pemain untuk gagal, belajar, dan berkembang di dalam kerangka yang terarah namun tetap memberi kebebasan,” kata Nancy.

“Anda harus menghadapi kesulitan dalam permainan; jika tidak ada kesulitan, berarti Anda tidak benar-benar belajar. Pelatihan adalah tentang memberdayakan para pemain agar mampu membaca permainan, beradaptasi, dan menemukan solusi sambil tetap mempertahankan jati diri mereka,” tambahnya.

Legenda Italia dan peraih gelar Piala Dunia FIFA, sekaligus mantan kapten AC Milan, Alessandro Nesta, membagikan pandangannya tentang hubungan antara kepercayaan, kemampuan beradaptasi, dan kesadaran taktis dalam sepak bola modern.

“Pelatihan berkaitan dengan psikologi, kepercayaan, dan pemahaman terhadap setiap pemain. Pemain sekarang berbeda, dan kita harus beradaptasi untuk memunculkan potensi terbaik mereka. Kepemimpinan justru paling penting saat menghadapi kekalahan, karena pada momen itulah semangat yang kuat mendorong Anda untuk terus maju,” kata Nesta.

Tema sentral dari summit ini adalah terus meningkatnya sepak bola wanita, yang mencerminkan pertumbuhan dan investasi global dalam membentuk masa depan olahraga ini. Salah satu sorotan adalah sesi Obrolan Bersama Bintang dengan Carli Lloyd, pemenang Piala Dunia Wanita FIFA dua kali dan Pemain Terbaik Dunia FIFA dua kali, yang berbincang dengan kapten Philadelphia Union, Alejandro Bedoya.

Membagikan pengalamannya, Lloyd mengatakan, persiapan adalah segalanya; itulah fondasi dari kesuksesan. Anda harus konsisten dalam berlatih, tetap disiplin, dan terus bekerja keras, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat.

Menurutnya, setiap pemain akan mencapai titik di mana bakat tidaklah cukup; ini tentang seberapa besar Anda mau berkorban, setiap hari tanpa henti. Anda harus menemukan motivasi itu dari dalam diri Anda sendiri untuk menjadi yang terbaik untuk diri Anda sendiri terlebih dahulu.

“Olahraga ini akan terus menguji diri Anda lewat kegagalan dan tantangan, tetapi momen itulah yang membentuk karakter Anda. Bagi saya, yang terpenting selalu prosesnya: kerja keras, pengulangan, dan persiapan yang menumbuhkan kepercayaan diri. Pada akhirnya, ini hanyalah permainan tentang kesuksesan; Anda harus memberikan segalanya dan selalu fokus pada persiapan,” kata Lloyd.

Dialog antar cabang olahraga merupakan salah satu ciri khas dari Summit tersebut. Ron Jaworski, mantan quarterback NFL, menghadirkan sudut pandang Amerika tentang kepemimpinan dan budaya performa, dengan menekankan bahwa pelatihan melampaui batas antar cabang olahraga.

“Inti dari setiap olahraga baik itu sepak bola, rugby, maupun football, pelatihan pada dasarnya adalah tentang kepemimpinan. Kepemimpinan sejati dimulai dari dalam diri; jika Anda tidak bisa memimpin diri sendiri, Anda tidak bisa memimpin orang lain. Meski strategi berganti dan teknologi terus berkembang, kepemimpinan tetap menjadi faktor utama yang membawa tim meraih kejayaan,” kata Jaworski.

Berbagai sesi teknis dan lokakarya sepanjang Summit menegaskan bagaimana inovasi dan data sedang mengubah wajah permainan sepak bola. Para ahli dari Juventus, AC Milan, MLS, dan Aspire Academy membahas tren baru dalam teknologi olahraga, analitik, dan ilmu performa. Diskusi meja bundar membahas isu-isu utama, termasuk mengelola jadwal padat, memaksimalkan pemulihan, dan mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pelatihan.

Aspire Academy juga memperkenalkan Blind/Off, sebuah sistem e-gym interaktif baru yang dikembangkan secara internal. Sistem ini memungkinkan para atlet untuk menerima umpan balik dan analisis performa secara instan dan dalam waktu nyata. Platform ini akan segera tersedia untuk digunakan melalui ponsel, mencerminkan komitmen Aspire dalam menjadikan alat bantu pelatihan papan atas dapat diakses oleh atlet di seluruh dunia.

Valter Di Salvo, Direktur Football Performance and Science, Aspire Academy, mengatakan, di Aspire Academy, tujuan kami adalah menciptakan lingkungan di mana belajar tidak pernah berhenti, baik bagi pemain, pelatih, maupun organisasi. Acara tahun ini menunjukkan betapa kuatnya ketika komunitas sepak bola global bersatu untuk berbagi pengetahuan dan mendorong diri mereka terus berkembang.

“Jadi, apa selanjutnya? Langkah selanjutnya bagi kami dimulai sekarang juga! Tahun depan, kami akan meluncurkan Tur Lokakarya kami di Eropa untuk pertama kalinya, dengan acara perdana di Bucharest, Rumania. Kami juga sudah mulai merencanakan edisi ke 12 Aspire Academy Global Summit, dengan lokasi yang akan diumumkan segera,” kata Valter.

Aspire Academy, didirikan pada 2004, diakui secara internasional karena pendekatannya yang terpadu dalam pengembangan atlet menggabungkan pendidikan, ilmu olahraga, dan pembentukan karakter serta karena kemampuannya menjembatani para praktisi sepak bola terkemuka di berbagai benua.(rls/red/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait