
Kabupaten Sukabumi, SpiritNews-Solidaritas Mahasiswa Sukaubmi (Somasi) meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi untuk menjelaskan perkembangan penanganan kasus-kasus korupsi.
Koordinator Somasi, Riandi mengatakan Kejari Kabupaten Sukabumi terkesan mempetieskan kasus kuota haji, kasus dana hibah sapi, dan kasus alat kesehatan. “Sampai hari ini tidak jelas perkembangannya. Juga kasus GOR mangkrak,” kata Riandi dalam siaran persnya yang diterima spiritnews.co.id , Selasa (8/8/2017) malam.
Somasi juga menilai Kejari Kabupaten Sukabumi tebang pilih dalam penanganan kasus. “Seharusnya kasus-kasus yang menyita perhatian publik, harus menjadi prioritas penyelesaian. Disamping itu, kasus-kasus ini, menimbulkan kerugian negara mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Somasi menegaskan, apabila Kejari Kabupaten Sukabumi tidak mampu menyelesaikan kasus-kasus itu, Somasi siap mendorong ke tingkat lebih tinggi. “Kami berkomitmen akan mengawal terus Kejari Kabupaten Sukabumi. Tapi kalau mereka tidak mampu, kami (Somasi, red) siap mendorong ke Kajati,” paparnya.
Ia memastikan, pengawasan yang dilakukan somasi ini semata-mata untuk mewujudkan Sukabumi bebas korupsi menuju Sukabumi Lebih Baik.(ony)







