Efisiensi Tangkapan Ikan dan Alat Tangkap Harus Ramah Lingkungan

  • Whatsapp

Kota Semarang, spiritnews.co.id – Untuk tetap menjaga kelestarian laut dan meningkatkan tangkapan ikan oleh para nelayan, maka harus ada efisien tangkapan ikan dan menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.

Saat ini, Indonesia masih ketergantungan terhadap protein hewani, khususnya sektor perikanan sehingga bisa dikatakan kualitas ikan ini sangat bergantung dari tangkapan nelayan. 86% nelayan berkontribusi untuk pemenuhan kebutuhan domestic.

Bacaan Lainnya

Permasalahan ini juga termasuk menjadi bahasan dalam meeting zoom mengenai keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, yang diselenggarakan oleh  Himpunan Mahasiswa Program Study Teknologi Rekayasa dan Konstruksi Perkapalan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang menggelar meeting zoom mengenai keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, Minggu (10/10/2020), menghadirkan Muhammad Riza Damanik sebagai pembicara dan dipimpin oleh moderator Muhammad Agung Setyawan.

Hal ini membuat kita harus memastikan asupan tercukupi dengan ikut melindungi nelayan-nelayan Indonesia. Hal ini menjadi isu krusial yang penting bagi Indonesia, baik ditengah pandemi maupun sebelum pandemi.

Perlindungan nelayan diluar kegiatan perikanan (ada pada proses pendataan) dan ketika menjalankan profesi. Proses pendataan erat kaitannya dengan fasilitasi negara, dimana jika nelayan terdata dengan baik, maka bantuan ekonomi atau perlindungan social akan tersalurkan dengan baik.

Nelayan yang terverifikasi tidak lebih dari satu juta, sehingga ini menjadi pr bagi kita untuk meluaskan pendataan, pemenuhan hak-hak bagi para nelayan. Nelayan dalam kegiatan profesinya harus mendapatkan perlindungan, dimana ada hak nelayan kecil ketika melintasi perairan, menangkap ikan, mengelola kegiatan yang terkait dengan pemanfaatan sumber daya perikanan, dan hak mendapatkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Tingkat kecepatan dalam kebijakan perlindungan nelayan juga berbeda. Jika di daerah yang terdapat nelayan dengan pemahaman yang kuat akan kebijakan tersebut (berorganisasi) maka pemerintahannya juga akan efektif dalam meningkatkan dan memastikan kapasitas kebijakannya, begitupun sebaliknya. Peran masyarakat aktif juga membantu mendorong keefektifan ini.

Laut Indonesia sangat luas, tetapi menjadi luas dan panjang saja tak cukup. Hal ini dibutuhkan strategi pemanfaatan dan sumber daya manusia yang mumpuni dimana manajemen menjadi sangat penting.

Melihat dari struktur perikanan, 96% ukurannya dibawah gross ton artinya kita optimal dalam memanfaatkan, bahkan sering terjadi konflik sumber daya armada. Jika dilihat dari ZEE Indonesia dan Zona Perairan Internasional, masih legaan.

Dengan memperkuat armada-armada laut sehingga menjadi lebih efisien dalam penangkapan ikan. Armada ikan harus lebih strategis agar wilayah ini bisa menjadi tempat bagi nelayan kecil dan asing karenanya cobalah membangun simulasi seberapa tepat, akurat untuk pemanfaatan ZEE agar berada di titik optimum.

Berapa jumlah kapal yang diperlukan, armada yang dibutuhkan. Hal ini akan menjadi peluang menguatkan ZEE Indonesia maupun dalam Zona Perairan Internasional dan membuka lapangan kerja bagi nelayan lainnya.

Dalam hal ini, mahasiswa dapat berkontribusi dalam percepatan kesejahteraan masyarakat nelayan yaitu proses pendataan, baik dari pribadinya maupun kegiatannya karena masih banyak yang belum berorganisasi.

Nelayan yang sudah berorganisasi pun masih kesulitan ketika melaksanakan pendataan. Selain itu, dibutuhkan peningkatan ukuran dan kapasitas kapal. Langkah yang dibutuhkan dalam meningkatkan perekonomian nelayan juga adalah kegiatan surat menyurat dimana tidak satu pintu, jika nelayan sendiri yang mengurus akan sangat kerepotan dan kesulitan.(rls/red)

Pos terkait