Pemanfaatan Ekonomi dan Penegakan Hukum Kamla di Masa Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Kota Semarang, spiritnews.co.id – Berdasarkan Share of World Economy bahwa sejak tahun 2000 China mulai membangkitkan perekonomiannya nyaris menyaingi USA, dan India.

Hal ini terungkap saat Himpunan Mahasiswa Program Study Teknologi Rekayasa dan Konstruksi Perkapalan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro Semarang menggelar meeting zoom mengenai keberadaan Pelabuhan Tanjung Emas, Minggu (10/10/2020), dengan pembicara dan dipimpin oleh moderator Muhammad Agung Setyawan.

Bacaan Lainnya

Sementara Indonesia dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, negara kepulauan terbesar, luas wilayah tidak jauh berbeda dengan Amerika, mempunyai ekonomi maritim yang berpotensi menghasilkan minyak, dan 49% jalur transportasi perdagangan dunia. Pada perdagangan laut dunia, Indonesia dan Asia menjadi tujuan utama perdagangan laut dunia.

Sedangkan, Asia Tenggara memiliki jumlah perampokan terbanyak di dunia, pelanggaran penangkapan ikan memberi dampak pada kerugian negara, penurunan jumlah nelayan, rusaknya terumbu karang. Penyelundupan barang-barang illegal menjadikan Perairan Melaka sangat strategis bagi tindak kejahatan ini. Penyeludupan manusia menjadikan perairan Indonesia sebagai wilayah paling aktif di dunia. Kasus kecelakaan kapal yang paling dominan adalah kebakaran kapal.

Untuk keamanan laut Indonesia sudah diterbitkan panduan-panduan pelaksanaan pemeriksaan, pelaksanaan bongkar muat dan lainnya yang memperhatikan protokol pandemi Covid-19, akses terbuka bagi aktivitas illegal, perairan menjadi lokasi pembuangan limbah, bahaya navigasi mengintai.

Sikap politik Indonesia sebagai negara maritime perlu ada kebijakan kelautan, seperti diplomasi, tata kelola, ekonomi, pengembangan, pengelolaan kelautan. Namun, saat ini eksplorasi pemanfaatan sumber daya kelautan belum optimal, makin menguatnya keluhan birokrasi penegakan hukum, kelemahan koordinasi penegakan hukum di laut, pelaksanaan perintah terbaru dari presiden untuk penguatan BAKAMLA sebagai satu-satunya Lembaga coast-guard di Indonesia.

Tantangan dan Peluang Laut Indonesia adalah banyaknya instansi yang menyebabkan kurang efisiennya pengelolaan keamanan maritim Indonesia, terhambatnya komunikasi dan sharing informasi,  pentingnya integrasi perundang-undangan keamanan maritim.

Indonesia harus mempercepat tata kelola penegakan hukum di laut, revisi undang-undang keamanan laut, perkuat ASEAN, tingkatkan diplomasi maritim, perkuat unclos 82, dan protes keras terhadap klaim sepihak.(rls/red)

Pos terkait