PT Sang Hyang Sri Ajukan Sistem Bagi Hasil dengan Petani

  • Whatsapp

Kabupaten Subang, spiritnews.co.id – Sekda Subang, H. Asep Nuroni M.Si menerima beberapa perwakilan PT Sang Hyang Sri untuk berdiskusi terkait koordinasi skema pertanian antara para petani daerah dengan PT Sang Hyang Sri, di Ruang Rapat Segitiga, Selasa (4/5/2021).

PT Sang Hyang Sri merupakan salah satu BUMN yang berada di Kabupaten Subang yang berdiri sejak 50 tahun yang lalu.

Bacaan Lainnya

General Manager PT Sang Hyang Sri, Hidayat Nurdin, mengatakan, maksud dari kedatangan ini untuk mendiskusikan dan mengklarifikasi tentang aspirasi para petani sebelumnya dan beberapa skema tentang pertanian dimulai dari sistem pengelolaan produktivitas hingga win-win solution untuk para petani.

“PT Sang Hyang Sri menjalankan budidaya program agar masyarakat tani sejahtera dan menata teknis yang diterapkan dengan masyarakat tani desa penyangga areal produksi seluas 3200 Ha yang meliputi desa-desa yang berada di Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan,” kata Hidayat.

Dengan skema yang baru yaitu sistem bagi hasil antara petani dan PT Sang Hyang Sri dari yang sebelumnya skema sistem sewa diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan dan para petani.

“Skema yang baru yakni sistem bagi hasil 40% untuk PT Sang Hyang Sri dan 60% untuk para petani dari hasil panen, dinilai lebih menguntungkan petani. Dari 3900 Hektar yang digunakan oleh PT Sang Hyang Sri yang tercantum dalam 2 sertifikat HGU di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Patokbeusi dan Ciasem, hanya 3200 hektar yang digunakan areal persawahan sisanya di gunakan untuk infrastruktur,” jelasnya.

“Tidak bijak apabila kita hanya mendengar hanya dari satu pihak, dari yang saya tangkap dari jajaran direksi PT Sang Hyang Sri seharusnya berperan untuk saling menguntungkan antara pihak perusahaan dan para petani dengan sistem skema bagi hasil ini, ini hanya permasalahan kurang pahamnya komunikasi yang seharusnya bisa diperbaiki lagi, mudah-mudah bisa menemukan titik temu solusinya,” kata Sekda Subang, H. Asep Nuroni.

Dikatakan Asep, dengan skema sistem yang baru yaitu bagi hasil, diharapkan bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Diharapkan adanya pertemuan selanjutnya oleh PT Sang Hyang Sri dengan Dinas Pertanian untuk koordinasi yang harmonis dan diupayakan juga untuk mengajak pihak Kecamatan dan desa agar bisa membantu mensosialisasikan kepada para masyarakat agar tidak ada lagi miskomunikasi antara PT SHS dengan petani.

“Harus tetap ada teknik penyelesaian, libatkan Dinas Pertanian dan kecamatan melalui desa atas persoalan ini, baik itu format membangun komunikasi maupun pemilihan permasalahan yang ada, semoga di pertemuan selanjutnya tidak akan ada pembahasan permasalahan ini kembali,” ungkapnya.(rls/red)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait