
Kabupaten Bireuen,SpiritNews – Perkembangan Bireuen sebagai kota juang dan juga dijuluki Kota Perdagangan Segitiga Emas serta kota Santri kini terus berupaya manata mmpercantik dirinya agar Bersih,indah dan rindang (Berseri ).
Selain itu Pemkab Bireuen dengan Pemerintahan Baru ( H Saifannur,S.Sos – H Muzakkar,A Gani ) yang baru bertugas tiga bulan tepatnya dilantik sebagai Bupati dan wakil bupati Bireuen 10 Agustus 2017 sudah berkiprah sesuai janjinya sesuai visi misinya.
Patut diapresiasi Saifannur benar-benar eksis melaksanakan berbagai progam pertanian dengan membuat teobosan akses jalan terhadap transprtasi ke areal perkebunan dan prsawahan masyarakat, dengan tidak banyak retorika tetapi bekeja telah melakukan berbagai progam pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam upaya mensejahterakan rakyat
Selain itu Pemerintahan Baru H Saifannur S.Sos -H Muzakkar A Gani,SH,M.Si melakukan upaya mengatasi banjir dan memperindah kota dengan membenah Bireuen dan melaksanakan tatakelola kota dengan baik bahkan sudah mengeruk saluran air dalam kota untuk sehingga Bireuen yang sebelumnya sebaik hujan terus tergenang namun saat ini terbebas sudah sehingga Pulo Arad an Meunasah Capa dari langganan banjir kini teratasi dengan adanya pembuatan pengerukan saluran dalam kota..
Dalam hal tersebut , masyarakat sangat berterima kasih atas pengerukan saluran dalam kota yang dikeruk dengan panjang 8 meter dan lebar 6 meter(8 x 6) .
Dengan adanya pengerukan tersebut yang terutama teratasi banjir di Gampong ( Desa ) Pulo Ara dan Meunasah Capa.Dan itu sangat penting tinggal lagi masyarakat sadar atau tidak menjaga agar tidak membuang sampah sembarangan atau maunya amburadul.
Pemkab Bireuen dibawah kendali Bupati dan Wakil Bupati yang tengah eksis membenah kota Bireuen dengan melakukan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW ) sebagai acuan untuk percepatan pembangunan.
Mengurangi kesenjangan wilayah melalui penciptaan pusat pertumbuhun kecamatan dan melakukan pembenahan yang didukung pihak kecamatan dan desa seperti di Jangka.
Tampak nyata bukan hanya retorika peningkatan kualitas akses jalan-jalan kecamatan atau jalan alternatif di daerah yang terisolir seperti di Cotkuta kecamatan Kuala dan di kawasan Peusangan Siblah Krueng serta Pembangunan / pembuatan jalan baru bagi daerah pedalaman guna meningkatkan akselitas ekonomi.
Peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan laut, TPI yang dibarengi dengan pembangunan Industri pengolahan dan penjemuran ikan sekaligus membuat penahanan ombak di pinggiran Pantai Bate Timoh hingga ke Pantai Kuala Raja akan tetapi jangan meninggalkan pemeliharaan rutin dan berkala jalan-jalan Pedesaan. (her)







