Pemulihan Ekonomi Nelayan dalam Menghadapi Covid-19 dan Akses Terhadap BBM Bersubsidi

  • Whatsapp
spiritnews.co.id

Kota Semarang, spiritnews.co.id – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Semarang bersama Koalisi Ketahanan Usaha Perikanan (Koalisi KUSUKA) menggelar diskusi publik dengan tema “Pemulihan Ekonomi Nasional Nelayan dalam Menghadapi Covid-19 dan Akses Nelayan Terhadap BBM Bersubsidi” yang dilaksanakan melalui Aplikasi Zoom Meeting.

Adapun Narasumber yang hadir diskusi  tersebut adalah Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo), Kepala Ombusaman RI Perwakilan Jawa Tengah (Siti Farida), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah (Fendiawan Tiskiantoro), Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang (Junaidi), Ketua KNTI Kota Semarang (Slamet Ari Nugroho), PLT Sekretaris Dinsos Kota Semarang (Didik Wibowo) dan FITRA Jawa Tengah (Maulin Niam). Acara tersebut dipandu oleh Bening Shabilla Utami (Ketua Devisi Valunteer dan Public Relation Earth Hour Semarang).

Bacaan Lainnya

Diskusi publik ini dibuka langsung oleh Sekretaris Jendral DPP KNTI Iing Rohimin. Dalam sambutannya, Sekjen DPP KNTI ini memaparkan bahwa permasalahan nelayan seluruh Indonesia adalah kesulitan akses BBM bersubsidi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang banyak mengalami penyimpangan. Beliau berharap diskusi ini tindak hanya sekedar diskusi semata, namun ada tindak lanjut untuk kesejahteraan nelayan.

Disusul pemaparan dari beberapa narasumber yang diawali oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah (Fendiawan Tiskiantoro) yang memaparkan beberapa hal diantaranya pemanfaatan hasil produksi perikanan dan kelautan saat pandemi covid-19 oleh nelayan yang semakin baik serta beberapa dampak sektor perikanan dan kelautan saat pandemi covid-19 dan penanganannya.

Setidaknya 91.700 Rumah Tangga Perikanan terdampak secara ekonomi dan menurunnya produksi perikanan yang disebabkan oleh beberapa faktor yakni tutupnya pasar ikan dan restaurant, turunnya permintaan ikan, turunnya harga dan berkurangnya kegiatan perikanan.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas Semarang (Junaidi), memaparkan beberapa persyaratan dan alur penerbitan PAS Kecil. Ia juga memparkan fungsi PAS Kecil dan pentingnya memperhatikan keselamatan pelayaran. Tidak ketinggalan pula Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang turut aktif dalam mendengarkan berbagai keluhan nelayan Tambak Lorok yang diwakili oleh Slamet Ari Nugroho selaku Ketua KNTI Kota Semarang bersama Maulin Niam (FITRA Jawa Tengah).

Keluhan tersebut mengenai sulitnya akses nelayan terhadap BBM bersubsidi, sehingga biaya melaut tidak terjangkau bahkan relatif mahal. Pengadaan SPBN dekat dengan perkampungan sangat diperlukan. Ari juga memaparkan angka penerima bantuan sosial nelayan Tambak Lorok masih relatif rendah, padahal lebih dari 60% nelayan Tambak Lorok terdampak covid-19. Data ini didapatkan setelah monitoring nelayan yang dilakukan KNTI Kota Semarang pada Juli 2020.

Maulin menambahkan pentingnya kejelasan prosedur, persyaratan, lama waktu, termasuk biaya layanan jika ada bagi nelayan kecil. Selama ini nelayan kecil kesulitan mengakses BBM Bersubsidi salah satunya karena kesimpangsiuran informasi untuk mendapatkan surat rekomendasi.

Tanggapan positif hadir dari Gubernur Jawa Tengah yang menyarankan KNTI Kota Semarang untuk berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Kota Semarang untuk menindaklanjuti berbagai permasalahan tersebut, termasuk terkait Kartu Nelayan dan KUSUKA serta rencana pembangunan TPI Tambak Lorok.

Kepala Ombusaman RI Perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida, yang menyampaikan peran Ombusman sebagai lembaga yang mengawasi Pelayanan Lembaga Pemerintah  terkhusus pembuatan dokumen kenelayanan. Beliau juga menyampaikan pentingnya mencegah dan mengawasi pelayanan publik, maladministrasi dan korupsi.

Berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah dalam penanggulangan covid-19 termasuk Dinas Sosial Kota Semarang yang diwakili oleh PLT Sekretaris Dinsos Kota Semarang (Didik Wibowo), turut menjelaskan berbagai jenis bantuan dan besaran bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak covid-19. Didik juga memaparkan pentingnya peran pemerintah daerah serta masyarakat umum dalam penanganan covid-19.

Rika Puspita Sari, Pengurus KNTI Kota Semarang berharap  dengan adanya diskusi publik ini, dapat memberikan korelasi positif terhadap seluruh masyarakat, terutama bagi Nelayan Tambak Lorok. Pemenuhan hak-hak nelayan dapat dilaksanakan secara maksimal.

Terutama terkait perlindungan nelayan, kemudahan akses BBM bersubsidi, pengadaan TPI, penyaluran bantuan sosial dan pengadaan SPBN yang dekat dengan perkampungan (Tambak Lorok). KNTI Kota Semarang sangat berharap adanya tindak lanjut dari dinas terkait terhadap permasalahan tersebut.(rls/red)

Pos terkait