PPKM Darurat Diharapkan Dapat Menekan Penyebaran Covid-19

  • Whatsapp

Jakarta, spiritnews.co.id – Saat ini, Satgas Penanganan Covid-19 mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2,31 juta. Dari jumlah itu, sebanyak 61.140 orang meninggal dunia. Atas hal itu, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Penasihat Menko Bidang Maritim dan Investasi, Damar Susilaradeya, mengatakan, PPKM Darurat ini menegaskan kepada masyarakat supaya tetap di rumah  guna memutus mata rantai penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya untuk PSBB dan PPKM Darurat memang tidak jauh berbeda, namun untuk kali penerapan PPKM Darurat jauh lebih ketat, karena kasus Covid-19 semakin meningkat,” kata Damar pada Dialog Produktif yang diselenggarakan KPCPEN, Senin (5/7/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dr. Widyastuti, mengatakan, saat ini jumlah kasus aktif harian di Jakarta lebih tinggi yaitu mencapai 91 ribu kasus per hari, dibandingkan Februari kemarin yang hanya mencapai 25 ribu kasus aktif per hari.

“Kondisi ini menjadi salah satu gambaran betapa perlunya kebijakan PPKM Darurat ini dijalankan dengan maksimal. Semuanya membutuhkan pertolongan medis, dan penambahannya juga bukan hanya 2 digit, melainkan hingga 4 digit,” kata Widyastuti.

Oleh karena itu, kata Widyastuti, dengan adanya kebijakan PPKM Darurat ini diharapkan bisa membatasi pergerakan masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menyiapkan segala kepentingan untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Dari 193 rumah sakit di

Jakarta tersedia 24 ribu tempat tidur yang bisa difungsikan secara normal, namun dengan adanya kenaikan kasus ini maka telah ditambah kembali 13 ribu tempat tidur. Penambahan ini sudah terisi 50 % dan juga ada bantuan tenda serta velbed.

“PPKM  darurat ini untuk juga memperkuat 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Hal penting. Jika, merasakan ada gejala maka langsung dilakukan testing. Bila positif maka dilakukan tracing serta treatment, sehingga hal tersebut bisa menekan angka penularan Covid-19,” paparnya.(sam)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait