Evaluasi Penerapan PPKM Darurat di Jawa Barat, Begini Kondisi Purwakarta

  • Whatsapp

Kabupaten Purwakarta, spiritnews.co.id – Kini, Kabupaten Purwakarta sudah kondisi zona orange. Sebab, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menurun, termasuk keterisian tempat tidur di rumah sakit atau BOR turun, serta angka kematian juga turun sehingga sudah tidak ada lagi antrean yang panjang di rumah sakit.

Demikian disampaikan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika pada rapat evaluasi pelakasanaan PPKM Darurat di wilayah kabupaten dan kota se-Jawa Barat yang digelar secara virtual, Sabtu (17/7/2021) lalu. Dalam agenda yang diikuti oleh Bupati/Wali Kota dan Forkopimda se-Jawa Barat itu, nampak hadir unsur Forkopimda dan unsur Satgas Covid-19 Purwakarta, di Aula Janaka Komplek Pemkab Purwakarta.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah kabar baik dari Kabupaten Purwakarta hari ini masih tetap dengan beresiko sedang yaitu zona orange bahkan indeks kita naik dari 1,99 ke 2,18,” kataAnne.

Menurutnya, itu berarti menandakan ada tren penurunan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purwakarta. Sesuai dengan data memang di Purwakarta terus mengalami penurunan. Penerapan PPKM darurat sangat efektif dalam penurunan menekan laju penyebaran Covid-19.

Jikapun ada beberapa rumah sakit yang BOR nya masih tinggi itu karena 35 persen pasiennya berasal dari luar Kabupaten Purwakarta seperti Rumah Sakit Bayu Asih, Rumah Sakit Siloam dan Rumah Sakit Abdul Rozak. “Kami juga melaporkan berkaitan dengan pelaksanaan vaksinasi, bahkan bulan Juli ini Kabupaten Purwakarta zero droping dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” ujarnya.

Namun demikian, jajarannya masih bisa melaksanakan vaksinasi seperti untuk kalangan pelajar usia 12 hingga 17 tahun dimana vaksin tersebut berasal dari Kodam melalui Kodim 0619 dan dari Polda melalui Polres Purwakarta.

“Telah kita laporkan juga ke Gubernur Jabar agar selanjutnya Kabupaten Purwakarta didroping vaksin,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, jajarannya sedang mengejar target untuk peningkatan cakupan vaksin.

“Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purwakarta tetap semangat, dan menerapkan prokesnya dimanapun berada tetap kita berdoa kita bisa menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Diketahui, agenda rapat evaluasi tersebut dipimpin oleh Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja. Menurut Sekda, evaluasi ini dilakukan lebih awal untuk menyikapi beragam dinamika mutakhir selama PPKM Darurat, dan terkait menunggu keputusan PPKM Darurat yang akan diperpanjang yang tentu saja membutuhkan perhitungan yang matang.

Sementara, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil juga menyampaikan penurunan tingkat mobilitas masyarakat di tiga daerah di Provinsi Jawa Barat masih kurang, bahkan mobilitas di ketiga daerah belum terkendali, yaitu Depok, Kabupaten Sukabumi, dan Kota Bandung dari sisi mobilitas masih kurang dari 10 persen.

Namun demikian, pelaksanaan PPKM Darurat di Jabar mulai menunjukkan hasil positif yang ditandai menurunnya tingkat keterisian tempat tidur atau BOR rumah sakit rujukan Covid-19 di Jawa Barat.

Sementara, selama pelaksanaan PPKM Darurat di Jabar, tercatat sedikitnya 7.700 pelanggaran aturan PPKM Darurat, sekitar 6.000 pelanggaran dilakukan oleh perseorangan dan 1.623 pelanggaran dilakukan oleh pelaku usaha.(rls/red)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait