Loncat ke konten
Menu Mobile
Spirit News
September 17, 2026
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Hukum
  • Politik
  • Ragam
  • Hiburan
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Advetorial
BreakingNews
Wamenaker Tekankan Kompetensi SDM dalam Pengelolaan Risiko Microbanking Kemnaker Segera Seleksi dan Tetapkan Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II Kemnaker dan BAZNAS Perluas Akses Kerja Inklusif bagi Mustahik dan Penyandang Disabilitas Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027 Pemerintah Serahkan DIM RUU Pelindungan Ketenagakerjaan kepada DPR
Beranda Daerah Desa Mahasiswa UMM Ciptakan Slogan dan Logo Desa Argotirto

Mahasiswa UMM Ciptakan Slogan dan Logo Desa Argotirto

  • Whatsapp

Kabupaten Malang, spiritnews.co.id – Anggota Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 77, Gelombang 11, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan sejumlah kegiatan yang bermanfaat untuk warga Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Saat melaksanakan PMM, para mahasiswa menemukan bahwa Desa Argotirto yang asri dan sejuk belum memiliki logo desa sebagai bentuk identitas desa tersebut. Sehingga, para mahasiswa tergugah untuk menciptakan sebuah logo desa yang akan dijadikan sebagai identitas desa.

Bacaan Lainnya

  • Kayutangan dalam Cengkraman Kemacetan, Apa yang Bisa Dilakukan ?
  • Kemnaker Terus Sosialisasikan Jaminan Sosial Pekerja Migran di Daerah Kantong Pekerja Migran
  • Menaker Sebut Desmigratif adalah Ekosistem Pelindungan Pekerja Migran

“Sebelum membuat slogan desa, kami terlebih dahulu menggali informasi tentang Desa Argotirto kepada pemerintah dengan setempat. Sehingga muncul ide dan selanjutnya kami usulkan ke pihak desa,” kata Atika Ainun Najah, salah seorang mahasiswa, dalam rilis yang diterima spiritnews.co.id, Senin (13/9/2021).

Menurutnya, slogan Desa Argotirto berasal dari sengkalan bahasa Jawa. Sengkalan ini merupakan rangkaian kata-kata menjadi kalimat panjang yang memiliki makna, yang juga menandakan tahun peritungan tahun Jawa. Slogan yang diusulkan adalah “Pandhita Kerta Trustaning Gusti” yang bermakna pemimpin yang suci akan membawa kemakmuran atas ridho Allah SWT.

Setelah direvisi pihak desa, slogan tersebut berubah menjadi “Prabhata Tirta Trustaning Gusti’, didalamnya terdapat beberapa gambar. Seperti. Gambar Bintang melambangkan rasa Ketuhanan, Gambar Gunung melambangkan letak geografisnya desa yang berada di pegunungan, Gambar Air artinya kehidupan, Gambar Cengkeh, Tebu dan Kopi melambangkan hasil komoditas penduduk desa, Gambar Kelapa melambangkan kelangsungan hidup, Gambar Batu artinya melambangkan keberadaan pertambangan batu yang ada di desa.

Sedangkan makna slogan dari bahasa sengkalan yang diambil dari tahun berdirinya Desa Argotirto yaitu tahun 1947. Angka 7 melambangkan Prabata yang artinya Gunung, angka 4 melambangkan Tirta artinya Air, angka 9 melambangkan Trustaning artinya Terpenuhi dan angka 1 melambangkan Gusti artinya Tuhan Yang Maha Esa.

“Jadi makna dari slogan ‘Prabhata Tirta Trustaning Gusti’ yaitu Gunung dan Air yang akan mengantarkan kepada kehidupan yang terpenuhi atas Ridho Allah SWT. Slogan ini kami ambil berdasarkan suasana kehidupan di Desa Argotirto. Sebab, di desa ini banyak pengunungan dan air-air yang mengalir. Sehingga diharapkan, gunung dan air membawa makna kehidupan yang selalu terpenuhi atas Ridho dari Allah SWT,” ujarnya.

Setelah proses pembuatan slogan selesai, pembuatan logo desa dilakukan, desain demi desain juga mengalami kritik dan saran dari berbagai pihak. Kemudian desain terakhir diserahkan ke Pemerintah Desa Argotirto. Dana pada 16 Agustus 2021 lalu, logo tersebut dilaunching.(rls/red)

Editor: Lassarus Samosir, SE
#Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa#Universitas Muhammadiyah MalangDesa ArgotirtoKabupaten MalangKecamatan Sumbermanjing Wetanmahasiswa buat slogan dan logo
Sebarkan
  • Whatsapp

Navigasi pos

Pos sebelumnya Komunitas BrothersipX Bandar Lampung Seru-seruan dengan Siswa Busa Pustaka
Pos berikutnya Subang Miliki Pagon Sport Park sebagai Sarana dan Fasilitas Olahraga

Pos terkait

  • Hubungan Tuha Puet-Keuchik Gelanggang Baro Retak, Peran Camat Lapang Dipertanyakan

  • Pemkab Karawang Diminta Libatkan Mantan Tim IT Panitia 11 Tahun 2025 pada Pilkades Digital 67 Desa

  • Pemkab Karawang dan Forkopimda Sosialisasikan Pilkades Digital di 67 Desa

  • Dinilai Kurang Kooperatif, Tuha Peuet Gelanggang Baro Diduga Hambat Pembangunan Desa

  • Marwah Pers Tercederai di Sawang, LIN Aceh Desak APH Periksa Dugaan Pungli Jatah Hidup di Desa Teungoh

  • Festival Islami HUT Pidie Jaya tahun 2026, Desa Kiran Dayah Juara 1 Pidato Bahasa Arab

Nasional

  • 1
    Bawa Misi Perdamaian Dunia di Afrika Ten…
  • 2
    KDM Bersama Bupati Aep, Ketua DPRD Karaw…
  • 3
    Proyek Interchange Karawang Barat, Bupat…

Ragam

  • Delapan Film Pendek dalam “Tech Tales“ A…
  • KunciCoin Memimpin Dunia NFT Indonesia d…
  • Mencari Bakat dan Kreativitas, Kota Beka…

Berita Populer

  • 1
    Dorong Efisiensi Pertambangan di Tengah …
  • 2
    Pemerintah Serahkan DIM RUU Pelindungan …
  • 3
    Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga…
  • 4
    Selaraskan Risiko Bisnis dan Keberlanjut…
  • 5
    Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan K…
Spirit News
  • Redaksi
  • Karir
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan

Jaringan Social

  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Tumblr
  • Stumbleupon
  • WordPress
  • Instagram
  • Linkedin
  • Deviantart
  • Myspace
  • Skype
  • Youtube
  • Picassa
  • Flickr
  • RSS
©2020Spiritnews.co.id