SMDM Anugerahkan 2026 Career Achievement Award kepada Profesor Uwe Siebert dari UMIT TIROL dan Harvard University

  • Whatsapp

Oslo, Norwegia, spiritnews.co.id – Society for Medical Decision Making (SMDM) menganugerahkan penghargaan 2026 Career Achievement Award kepada Profesor Uwe Siebert, MPH, MSc, ScD dari UMIT TIROL dan Harvard University. Penghargaan ini sebagai kontribusi transformatifnya selama puluhan tahun dalam bidang pengambilan keputusan medis melalui penelitian inovatif, kepemimpinan internasional, pendidikan, dan pengabdian.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Sesi Penghargaan Kepemimpinan pada Pertemuan Tahunan SMDM ke – 48 di Oslo, Norwegia, oleh Profesor Mark Bounthavong, PharmD, PhD, Ketua Komite Penghargaan SMDM sekaligus Profesor Farmasi Klinis di Skaggs School of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, University of California, San Diego.

SMDM Career Achievement Award mengapresiasi peneliti senior terkemuka atas kontribusi berkelanjutan yang telah secara signifikan memajukan ilmu pengetahuan dan praktik pengambilan keputusan medis. Penerima penghargaan dipilih melalui proses nominasi yang kompetitif, setelah nominasi dibuka untuk umum, dan selanjutnya dinilai oleh Ketua Komite Penghargaan SMDM.

“Saya merasa sangat terhormat dapat menyerahkan 2026 Career Achievement Award dari Society for Medical Decision Making kepada Profesor Uwe Siebert. Sepanjang kariernya, Profesor Siebert telah menunjukkan kualitas yang menjadi dasar penghargaan ini, yaitu keunggulan ilmiah, inovasi metodologis, kepemimpinan visioner, serta komitmen yang teguh untuk meningkatkan pengambilan keputusan di bidang pelayanan kesehatan melalui bukti yang kuat,” kata Profesor Bounthavong.

“Karyanya telah memengaruhi para peneliti, klinisi, pembuat kebijakan, serta berbagai generasi peserta didik di seluruh dunia, yang menjadikannya sangat layak menerima penghargaan ini,” tambahnya.

Profesor Siebert menjabat sebagai Profesor Kesehatan Masyarakat, Pengambilan Keputusan Medis, dan Penilaian Teknologi Kesehatan, serta Kepala Institute of Public Health, Medical Decision Making and Health Technology Assessment di UMIT TIROL – Universitas Ilmu Kesehatan dan Teknologi Kesehatan, Austria. Beliau juga menjabat sebagai Profesor Tidak Tetap Kebijakan dan Manajemen Kesehatan serta Epidemiologi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, dan sebagai peneliti afiliasi di Center for Health Technology Assessment, Mass General Brigham, Harvard Medical School.

rofesor Siebert mengawali kariernya dalam berbagai proyek kesehatan masyarakat internasional di Afrika Barat, Brasil, dan Jerman, sebelum mendalami kesehatan masyarakat, epidemiologi, dan ilmu pengambilan keputusan. Beliau meraih gelar Magister Kesehatan Masyarakat dari Munich School of Public Health and Epidemiology, serta gelar Magister Sains di bidang Epidemiologi dan Doktor Sains di bidang Kebijakan dan Manajemen Kesehatan dari Harvard School of Public Health.

Selama lebih dari tiga dekade, Profesor Siebert telah dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia dalam bidang pengambilan keputusan medis. Karya inovatifnya dalam analisis keputusan medis, penilaian manfaat dan risiko, evaluasi ekonomi kesehatan, pemodelan analitis keputusan, penilaian teknologi kesehatan, epidemiologi, dan inferensi kausal telah memajukan ilmu pelayanan kesehatan berbasis bukti. Hasil penelitiannya juga secara langsung menjadi dasar penyusunan pedoman klinis, program skrining kanker, penilaian teknologi kesehatan, keputusan penggantian biaya, serta kebijakan kesehatan nasional di seluruh dunia.

Pengaruhnya tidak hanya terbatas pada bidang penelitian. Profesor Siebert merupakan Mantan Presiden SMDM dan merupakan Mantan Presiden ISPOR-The Professional Society for Health Economics and Outcomes Research yang paling baru. Sepanjang kariernya, ia telah menjadi penasihat bagi berbagai pemerintah, lembaga penilaian teknologi kesehatan, perhimpunan profesi, dan organisasi internasional dalam perumusan kebijakan berbasis bukti serta pengambilan keputusan di bidang layanan kesehatan. Ia telah menulis lebih dari 500 publikasi, termasuk artikel ilmiah, bab buku teks, ringkasan kebijakan, dan laporan penilaian teknologi kesehatan.

Profesor Siebert juga merupakan seorang pendidik yang berdedikasi, yang mengajar mata kuliah penilaian teknologi kesehatan, ilmu pengambilan keputusan, serta inferensi kausal berbasis data dunia nyata dalam Program HTADS di UMIT TIROL. Beliau juga mengajar Analisis Keputusan dalam Penelitian Klinis pada program musim panas di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Saat menerima penghargaan tersebut, Profesor Siebert mengenang peran para mentor, kolega, mahasiswa, dan mitra kolaborasi yang turut membentuk perjalanan kariernya. Beliau menekankan bahwa kemajuan ilmiah tidak hanya lahir dari gagasan, tetapi juga dari orang-orang yang saling menginspirasi, menantang, dan mendukung.

“Saya merasa sangat terhormat menerima penghargaan ini dan sangat berterima kasih atas pengakuan istimewa ini. Penghargaan ini tidak hanya mencerminkan karya saya, tetapi juga dedikasi dan keahlian seluruh anggota tim saya. Penghargaan ini juga mencerminkan dukungan, semangat, dan inspirasi yang saya terima sepanjang karier dari para mahasiswa, rekan peneliti, kolega, mentor, sahabat, dan keluarga saya. SMDM telah menjadi rumah intelektual yang luar biasa bagi saya. Saya berterima kasih kepada komunitas ini atas berbagai peluang yang diberikan kepada saya untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang,” kata Profesor Siebert.

Salah satu momen paling menyentuh dalam sambutan Profesor Siebert adalah ketika ia mengenang besarnya pengaruh mentor yang telah lama membimbingnya, Milton Weinstein, PhD. Mata kuliah yang diajarkannya di Harvard menjadi awal perkenalan Profesor Siebert dengan analisis keputusan yang pada akhirnya menentukan arah perjalanan kariernya. Profesor Weinstein menerima Career Achievement Award dari SMDM pada tahun 1996. Penghargaan yang diterima Profesor Siebert pun terasa semakin istimewa karena dianugerahkan tepat 30 tahun setelah mentornya memperoleh penghargaan tertinggi dari Society.

“Karier tidak hanya lahir dari gagasan, tetapi juga oleh orang-orang yang menginspirasi, percaya pada kita, dan memberikan peluang,” ungkapnya.(rls/red/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait