Changan Automobile Klaim Kuasai Pasar Otomotif, Komitmen Perkuat Ekonomi Thailand

  • Whatsapp

Chengdu, Tiongkok, spiritnews.co.id – Berdasarkan undangan Dewan Investasi (BOI) Thailand, Changan Automobile menghadiri Forum Investasi dan Ekonomi Thailand-Tiongkok (Sichuan) 2026 dan upacara pembukaan Kantor BOI Thailand di Chengdu.  Changan Automobile satu-satunya merek otomotif Tiongkok yang beroperasi di Thailand yang diundang untuk menghadiri acara tersebut.

Saat itu, Ketua Changan Automobile Zhu Huarong pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Dr. Ekniti Nitithanprapas, Menteri Perindustrian Varawut Silpa-archa, Sekretaris Jenderal BOI Narit Therdsteerasukdi, dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Tiongkok untuk Kerajaan Thailand, Zhang Jianwei.

Bacaan Lainnya

Ketua Changan Automobile, Zhu Huarong, mengatakan, sejak memasuki pasar Thailand pada tahun 2023, Changan telah mencatatkan penjualan kumulatif lebih dari 41.000 unit, memberikan kontribusi pajak lebih dari 1,6 miliar baht, menciptakan lebih dari 1.900 lapangan kerja lokal, mencapai tingkat penyerapan tenaga kerja lokal hampir 90 persen, dan meluncurkan 13 model kendaraan energi baru (NEV), termasuk AVATR 07, CHANGAN DEEPAL S05 dan CHANGAN NEVO Q05.

“Pabrik Rayong (basis produksi NEV pertama Changan di luar negeri, yang dibangun dengan investasi sekitar 9 miliar baht), kini memproduksi CHANGAN DEEPAL S05 dan CHANGAN NEVO Q05 secara lokal. Ekspornya telah menjangkau 18 negara, termasuk Indonesia, Singapura, dan Australia. Thailand akan menjadi pusat manufaktur regional Changan untuk kawasan Asia Tenggara. Perusahaan menargetkan penjualan tahunan lebih dari 70.000 unit di Thailand pada 2030. Dengan demikian, Changan menargetkan posisi ke-2 di antara merek Tiongkok dan ke-4 di pasar secara keseluruhan,” kata Zhu.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, memuji pencapaian dan kontribusi Changan Automobile di Thailand serta menilai perusahaan tersebut sebagai mitra penting dalam memajukan industri NEV di negara itu.

Wakil General Manager Unit Usaha Asia Tenggara, Wu Xiaokang, juga membagikan pengalaman Changan dalam berinvestasi dan menjalankan operasional. Menurutnya, Thailand memiliki klaster industri otomotif ASEAN yang unggul, rantai pasok suku cadang yang telah berkembang dengan baik, serta keunggulan geografis yang signifikan.

“Sehingga menjadikan Thailand sebagai pintu gerbang yang menjanjikan menuju pasar kendaraan setir kanan global. Ke depannya, Changan akan terus menjunjung komitmen ‘Di Thailand, untuk Thailand’, dengan memperkuat operasional kantor pusat regionalnya serta berupaya menjadi salah satu investor asing yang menjadi acuan di negara ini,” kata Wu.

Pada April 2026, Changan Group mengklaim kerangka strategis “1445” dalam acara Peluncuran Strategi Global dan Konferensi Mitra Global. Kerangka tersebut memperkuat Vast Ocean Plan 2.0 dengan ambisi yang jelas, masuk dalam jajaran 10 besar grup otomotif dunia pada tahun 2030. Rencana ini menandai pergeseran strategi Changan dari sekadar “berekspansi secara global” menuju “berakar kuat di pasar lokal”.

Melalui strategi tersebut, Changan beralih dari model perdagangan yang bertumpu pada ekspor menuju operasional global yang lebih terintegrasi, mencakup manufaktur, perdagangan, investasi, layanan dan keberlanjutan. Dalam strategi global Changan, Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan prioritas utama, dengan Thailand sebagai pusatnya.

Dalam rangka memperingati 51 tahun hubungan diplomatik Tiongkok–Thailand, Changan Automobile menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kehadirannya di Thailand. Melalui komitmen “Di Thailand, untuk Thailand”, Changan akan menghadirkan teknologi maju dan keahlian manajemen guna mendukung pembangunan lokal di negara tersebut.(rls/red/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait