Solusi Mobilitas Otonom di UEA, Space42 dan Autonomous A2Z Sepakat Perjanjian Komersial US$7 Juta

  • Whatsapp

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan Seoul, spiritnews.co.id – Space42 (SPACE42), perusahaan SpaceTech berteknologi AI dan berbasis di UEA, dan Autonomous A2Z (A2Z), perusahaan terkemuka Korea Selatan dalam teknologi kendaraan otonom, telah menandatangani perjanjian komersial senilai US$7 juta untuk menerapkan solusi mobilitas Level-4 di UEA.

Ini merupakan perjanjian komersial pertama dalam kemitraan yang lebih luas antara kedua perusahaan. Perjanjian ini merupakan kontrak pemasokan langsung, yang terpisah dari usaha patungan (joint venture) yang diumumkan pada tahun 2025 untuk mendukung komersialisasi jangka panjang solusi mobilitas cerdas di UEA.

Bacaan Lainnya

Perjanjian ini memadukan teknologi kendaraan otonom Level-4 A2Z yang telah teruji dengan kapabilitas Space42 dalam bidang AI, geospasial, dan konektivitas. Bagi A2Z, pencapaian ini menandai langkah strategis dalam ekspansi internasionalnya, dengan membawa teknologi kendaraan otonom yang dikembangkan di Korea ke salah satu pasar mobilitas cerdas dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bagi Space42, perjanjian ini mendukung prioritas strategis perusahaan di sektor mobilitas dalam mewujudkan pengoperasian kendaraan tanpa pengemudi yang aman dan andal secara luas.

CEO Smart Solutions di Space42, Hasan Al Hosani, mengatakan, mobilitas otonom merupakan infrastruktur penting untuk mendukung pengembangan kota cerdas. UEA telah menciptakan kondisi yang mendukung integrasi mobilitas otonom ke dalam transportasi sehari-hari.

“Fokus kami adalah mewujudkan ambisi tersebut menjadi layanan yang andal dan memungkinkan masyarakat bepergian dengan lancar, sesuai dengan standar keselamatan kelas dunia. Kerja sama dengan A2Z semakin mendekatkan kami pada terwujudnya model layanan yang dapat memenuhi kebutuhan UEA sekaligus merespons perubahan kebutuhan transportasi di pasar,” kata Hasan.

CEO Autonomous A2Z, Han Ji-hyung, menyatakan, perjanjian ini menunjukkan bahwa teknologi kendaraan otonom yang dikembangkan dan divalidasi di Korea siap diterapkan di pasar internasional.

“Bersama Space42, kami berharap dapat menghadirkan solusi mobilitas otonom yang telah teruji di UEA sekaligus memperluas jangkauan ke pasar global,” kata Han.

Layanan uji coba Robo-Shuttle yang menggunakan ‘ROii’ milik A2Z, bersama kendaraan otonom lain yang telah dimodifikasi dan disesuaikan, akan menjalani pengujian operasional dan penilaian permintaan. Setelah itu, layanan ini diharapkan diperluas ke pengoperasian layanan Transportasi Sesuai Permintaan (Demand-Responsive Transport/DRT) dan layanan antar-jemput wisatawan. Penerapan secara bertahap ini akan memberikan wawasan operasional yang sangat berharga berdasarkan kondisi jalan untuk mendukung pengembangan lebih lanjut pada berbagai penggunaan transportasi lainnya.

Mendukung Visi Mobilitas Cerdas UEA

Proyek ini sejalan dengan visi UEA yang lebih luas untuk memajukan transportasi yang didukung AI dan mobilitas cerdas, sebagai bagian dari Strategi Mobilitas Cerdas Nasionalnya. Proyek ini juga merupakan kelanjutan dari portofolio solusi mobilitas Space42, termasuk TXAI, layanan taksi otonom yang telah menempuh lebih dari 600.000 kilometer dalam 20.000 perjalanan dengan rekor nol kecelakaan sejak mulai beroperasi pada tahun 2021.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi kendaraan otonom Korea Selatan di panggung global. Perjanjian ini menandai salah satu penerapan internasional terbesar A2Z, yang menunjukkan daya saing teknologi kendaraan otonom Korea Selatan di tingkat global. Perusahaan ini telah melakukan uji coba kendaraan otonom di 13 kota dan provinsi di Korea serta mengoperasikan 91 kendaraan otonom berizin, yang telah menempuh jarak kumulatif lebih dari 1,02 juta kilometer. Perusahaan ini juga memiliki pengalaman dalam berbagai aspek, mulai dari pengembangan perangkat lunak, integrasi kendaraan, operasional armada, hingga manajemen layanan.

Pengembangan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara Korea dan UEA selama beberapa tahun, yang didukung oleh berbagai inisiatif pemerintah di bidang pengembangan teknologi, pengujian, dan tahap masuk pasar. Pelaksanaan komersial dipimpin oleh A2G (Autonomous to Global), usaha patungan berbasis di Singapura yang dibentuk bersama oleh A2Z dan Kilsa Global.(rls/red/ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait