Depresi Nenek di Bekasi, Dedi Mulyadi Ajak Mak Manah Berzikir

  • Whatsapp
Dedi Mulyadi dikediaman rumah mak manah warga desa serang, kabupaten bekasi
banner 468x60
Dedi Mulyadi dikediaman rumah mak manah warga desa serang, kabupaten bekasi

Kabupaten Bekasi, SpiritNews-Aktivitas blusukan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mulai bergeser ke daerah lain. Sebelumnya, sekitar 10 pria yang biasa disapa Kang Dedi itu menyisir beberapa perkampungan di Kabupaten Karawang. Kini, giliran Kabupaten Bekasi yang menjadi lokasi kampanyenya.

Sejak siang, Dedi memulai langkahnya dari kediamannya di Purwakarta menuju wilayah tersebut. Ada lima lokasi yang dia kunjungi di kabupaten itu. Seperti biasa, tak ada kegiatan formal dan sejenisnya untuk menyambut kedatangan pria nyentrik berperawakan kecil itu. Sampai tujuan, Dedi langsung menyapa warga hingga berkeliling pelosok kampung.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kunjungan pertamanya ke daerah tersebut berakhir di rumah seorang lansia bernama Mak Manah (70), warga Desa Serang, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Selasa (27/2/2018).

Kedatangan mantan Bupati Purwakarta dua periode ini ke rumah nenek renta itu ternyata mengundang perhatian warga sekitar. Mengingat, sejak empat tahun terakhir Mak Manah mengalami gangguan jiwa.

Benar saja, tiba di kediaman nenek renta itu, Dedi mendapati Mak Manah tengah berbicara sendiri. Kata-kata yang keluar dari mulut sang nenek pun terdengar tak begitu jelas. Dedi sempat tertegun melihat tingkah Mak Manah.

Tak hanya itu, saat didekati Dedi, sang nenek terlihat ketakutan. Bahkan, dia menganggap pria yang mengenakan ikat kepala khasnya dan berjalan ke arahnya itu adalah seorang polisi yang hendak memenjarakannya.

“Ampun Pak, jangan tangkap saya,” teriak sang nenek saat dihampiri Dedi.

Kejadian tersebut, sontak malah lebih mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berduyun-duyun menuju kediaman Mak Manah untuk menyaksikan kejadian di rumah itu.

Dedi kemudian mendapat sebuah cerita dari Timi (49), keponakan dari nenek yang mengalami depresi itu. Menurut Timi, stres berat yang dialami Mak Manah terjadi sesaat setelah anak laki-lakinya yang pertama meninggal dunia karena sakit beberapa tahun lalu.

Kondisi ini diperparah sejak kedua cucunya, Devi dan Indri hijrah untuk ikut dengan istri almarhum anaknya itu. Sehingga, sejak saat itu kediaman sang nenek sepi. “Emak seperti ini sejak almarhum Mahfudz meninggal karena sakit. Saat itu Emak mulai melamun, dibawa ke dokter malah teriak-teriak. Ini sudah 4 tahun seperti ini,” kata Timi menjelaskan.

Setelah merasa cukup mengetahui kronologisnya, Dedi Mulyadi kemudian menepuk dada Mak Manah. Dia menuntun sang nenek melantunkan zikir dan kalimat thayyibah ‘Laa Ilaaha Illallah’.

“Mak, ikutin ya. Terus Mak, zikir inget sama Allah SWT,” ujar Dedi membimbing Mak Manah agar terus berzikir.

Dalam kesempatan itu, Dedi kemudian meminta Timi untuk menyediakan air minum dalam botol. Di saat bersamaan, Mak Manah dan Dedi Mulyadi terus menerus melantunkan bagian dari kalimat syahadat tersebut hingga beberapa saat. Setelah dirasa cukup, Dedi meminta Mak Manah untuk meminum air minum dalam botol tersebut.

“Ayo Mak, diminum airnya. Emak harus sembuh, saya janji kalau Emak sembuh saya akan antar emak temui cucu,” kata Dedi.

(SpiritNews)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60