Wakil Gubernur Jawa Barat : DKI Jakarta Sebaiknya Kembali ke Jawa Barat

  • Whatsapp
spiritnews.co.id
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum

Kota Bekasi, spiritnews.co.id – Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengklaim hampir 80 persen warganya setuju apabila Kota Bekasi bergabung dengan Provinsi DKI Jakarta.

Bahkan ia mengaku tak ambil pusing dengan wacana-wacana pemekaran wilayah. Ia tak setuju jika Kota Bekasi masuk dalam wacana Provinsi Bogor Raya, karena sejarah dan kultur Bekasi dianggap lebih dekat dengan Jakarta.

Bacaan Lainnya

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum bersemberangan dengan pernyataan Walikota Bekasi Rahmat Effendi. Uu justru menginginkan DKI Jakarta kembali ke Provinsi Jawa Barat, jika pusat pemerintahan pindah ke Kalimantan Timur.

“Kan awalnya Jakarta itu berasal dari Jawa Barat. Jadi kalau orang lain berfikir Jawa Barat akan kehilangan lahan, itu bagi saya malah sebaliknya. Jakarta akan kembali lagi kepangkuannya Jawa Barat,” kata Uu saat dikonfirmasi spiritnews.co.id, Senin (9/9/2019).

Terkait Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kononnya merasa ‘kebakaran jenggot’, karena lahan Jawa Barat yaitu Kota Bekasi dan Kota Depok sebagai lumbung suaranya kedepan dalam berpolitik akan hilang.

“Kan perpindahan ini baru proses, meskipun menimbulkan pro dan kontra sudah pasti ada. Tetapi proses ini tidak hanya proses administrasi, tetapi proses politik. Kalau proses administrasi itu gampang, tapi proses politik itu yang gampang-gampang susah, tergantung kepentingan politiknya,” katanya.

Karena dalam hal ini, kata Uu, keinginan Kota Bekasi bergabung ke DKI Jakarta dan ibu kota pindah ke Kalimantan Timur unsur politiknya kental.

“Kepastiannya adalah keputusan politik kalau sudah jadi. Apakah si A sudah menang dan dilantik ? Belum tentu jadi. Oleh karena itu, Kota Bekasi dan Depok belum ada kepastian dan belum ada tahapan – tahapan politik,” kata politisi PPP ini.

“Walikota Bekasi sah-sah saja statemen seperti itu sebagai politisi, karena seluruh sikap dan tidakan seorang politisi mengerti efek domini yang diinginkan. Jadi tidak hitam putih. Dalam poltik, itu tidak ada hitam dan putih. Karena keputusan politik itu abu – abu. Maka keputusan politik tidak ada yang bulat, bahkan wacana perpindahan Ibukota ke Kalimantan Timur dan Kota Bekasi akan merapat ke DKI Jakarta, sampai saat ini belum ada titik terangnya,” ungkapnya.(sir)

Pos terkait