Kota Medan, spiritnews.co.id – Pelaku pasar sangat mengkhawatirkan terhadap data pertumbuhan ekonomi zona euro yang akan segera dirilis. Jika rilis data negara yang tergabung dalam Uni Eropa tersebut terpuruk lebih dalam dari perkiraan, maka pasar akan kembali diwarnai tekanan jual.
“Kondisi ini bisa memicu terjadinya tekanan pada pasar keuangan dunia. Setelah Irlandia yang melaporkan resesi,” kata Pengamat Ekonomi dan Pasar Keuangan, Gunawan Benyamin, kepada spiritnews.co.id, Rabu (9/9/2020).
Bukan hanya itu, Jepang juga memberikan laporan terhadap revisi pertumbuhan ekonominya hari ini. Negara ketiga ekonomi terbesar di dunia itu mengalami penurunan kinerja pertumbuhan ekonomi minus sebesar 28.1 di kuartal kedua 2020.
“Bahkan ekonomi Jepang terus mengalami kontraksi yang membuat banyak ekonom pesimis dengan perkem bangan negara-negara lain di dunia,” kata Benyamin yang juga Dosen Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Menyinggung kasus Covid-19 di Indonesia, dia menyebutkan data penambahan jumlah kasus corona mencapai 3.000 jiwa lebih hari ini.
Kondisi ini memicu tekanan di pasar keuangan. Sangat disayangkan jumlah pasien di tanah air telah mencapai 200 ribu jiwa lebih yang terinfeksi Covid-19.
“Meningkatnya angka Covid-19 semakin menambah kekhawatiran pelaku pasar. Hal ini kerap memicu tekanan di pasar keuangan,” ungkapnya.(rls/red)







