FIMA Paya Bakong Desak Pembangunan Waduk Keureuto Dilanjutkan

  • Whatsapp

Kabupaten Aceh Utara, spiritnews.co.id – Forum Interaksi Mahasiswa (FIMA) mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menerbitkan Perbup Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas. Sebab, peraturan ini sebagai regulasi untuk mengatasi banjir yang terjadi setiap tahun.

Sekretaris FIMA Kecamatan Paya Bakong, Abdul Hamid, mengatakan, Perbub Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tapal Batas ini juga untuk kelancaran pembangunan Waduk Paya Bakong atau Waduk Keureuto.

“Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang memacu pembangunan Bendungan Keureuto yang terletak di Desa Blang Pante, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Bendungan ini salah satu yang bendungan terbesar di Sumatera,” kata Abdul, dalam rilis yang diterima redaksi spiritnews.co.id, Rabu (12/5/2021).

Dikatakan, pembangunan bendungan tersebut merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir di Kabupaten Aceh Utara. Bendungan Keureuto menahan laju air Krueng (sungai) Keureuto yang memiliki 6 anak sungai. Dengan kapasitas tampung 215 juta/m3 memiliki manfaat utama untuk mereduksi banjir yang kerap menggenangi banjir di Kabupaten Aceh Utara.

“Pada awal tahun 2021 pembangunan Waduk Keureuto terhenti akibat permasalahan tapal batas antara Blang – Pante – Plu Pakam. Dan setelah pertemuan berbagai pihak, termasuk dari Pemkab Aceh Utara akhirnya putusan dikeluarkan Melalui  Perbup Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penetapan, penegasan dan Pengesahan Batas Wilayah Gampong Blang Pante Kecamatan Paya Bakong dengan Desa Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara,” katanya.

Ditegaskan, dengan terbitnya Perbub No. 1 Tahun 2021, diharapkan pembangunan Waduk Paya Bakong lancar. Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Balai Wilayah Sungai Sumatra-1 (BWS-1) harus mengambil sikap sesuai aturan yang berlaku.

“Semua tahapan sudah dilakukan oleh Pemkab Aceh Utara. Saya harap Kantor Jasa Penilaian Publik  (KJPP) segera turun melakukan pembayaran agar lahan masyarakat cepat terbebas dan pihak perusahaan pun bisa bekerja kembali,” tandasnya.

Ketua FIMA Kecamatan Paya Bakong, Muhammad Khalis, meminta semua pihak saling bahu membahu mendukung pembangunan Waduk Paya Bakong ini, karena dengan hadirnya pembangunan ini adalah alternatif  untuk mengatasi banjir setiap tahun di Kabupaten Aceh Utara.

“Sebagaimana kita ketahui pada tahun 2021, intensitas hujan cukup tinggi melanda Aceh Utara dan puluhan desa terendam banjir, ratusan rumah warga terendam dan petani gagal panen,” kata Khalis.

“Kami atas nama mahasiswa Paya Bakong meminta agar semua pihak menghargai hukum dan menerima keputusan hukum. Agar proyek strategis nasional ini segera rampung demi kemaslihatan orang banyak,” katanya.

“Kami juga berharap pemerintah segera membayarkan ganti rugi tanah masyarakat yang sudah diukur oleh BPN dan BWS 1 agar kontraktor pelaksana untuk segera bisa bekerja kembali,” tambahnya.(rls/red)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait