Kabupaten Subang, spiritnews.co.id – Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman menantangi Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Pj. Bupati Subang Imran mengenai kebutuhan pompa air untuk pertanian.
Tantangan tersebut disampaikan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman saat kunjungan kerja dalam rangka Pemecahan Permasalahan Pertanian, ke Desa Sumurbarang, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Kamis (4/4/2024).
“Saya bekerja hanya berfokus pada pemecahan permasalahan pertanian, karena ada banyak permasalahan krusial pertanian. Saya tidak butuh pencitraan. Di Subang ini sangat menyenangkan. Kita melihat langsung kondisi sawah. Kita mau mengurus soal makanan,” kata Andi.
Diakuinya, ada enam masalah utama dalam pertanian. Pertama, permasalahan kekurangan supply pupuk hingga mencapai 50%, sehingga sangat mempengaruhi hasil panen.
Kedua, petani kesulitan mendapatkan pupuk. Ketiga, kurangnya Alat Mesin Pertanian (Alsintan). Keempat, produktivitas bibit rendah, kelima, belum meratanya pompa air, dan keenam, faktor cuaca Badai El Nino yang dahsyat.
“Permasalahan ini kami dapatkan di lapangan setelah cek ke 15 provinsi, kami mendata permasalahan yang ada,” katanya.
Ia mengaku sudah meminta kepada Presiden RI agar bantuan pupuk ditambah menjadi dua kali lipat. Menurutnya, ia paham betul para petani mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk.
“Allah tahu hati saya terhadap petani. Saya sudah dapat itu ‘surat sakti’, bantuan untuk petani naik menjadi Rp 28 triliun,” jelasnya.
Iapun berpesan kepada Pj. Gubernur Jawa Barat, Pj. Bupati Subang, dan seluruh pihak terkait agar memanfaatkan sebaik mungkin bantuan. Sebab, petani adalah pahlawan pangan.
“Kalau tidak ada petani, negara tidak ada. Gunakan kesempatan ini sebaik mungkin,” ujarnya.
Untuk memecahkan permasalahan pertanian di Jawa Barat, Menteri Pertanian menegaskan akan menambah bantuan pertanian untuk Provinsi Jawa Barat.
Pada kesempatan itu, diserahkan bantuan berupa 25 unit irigasi per pompa senilai Rp 3 miliar dan bantuan dari Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI untuk Kabupaten Subang tahun 2024 berupa benih padi, jagung, dan combine harvester dengan total bantuan senilai Rp 5,57 miliar.
“Pak Pj. Gubernur dan Pak Bupati, sebut saja bisa pasang berapa pompa di Jawa Barat, saya akan berikan,” tegasnya.
Pj. Bupati Subang Imran, memaparkan potensi Subang, termasuk perikanan, pertanian, dan holtikultura.
“Ini rejeki buat kami didatangi, Subang ini komplit, punya pantai dan dataran, perbukitan dan pegunungan. Di utara ada potensi perikanan laut dan perikanan darat, dan lahan pertanian, di bagian tengah ada pembibitan terbesar di Jawa Barat untuk ikan nila dan ikan emas. Sedangkan di daerah Selatan ada holtikultura, ada potensi ekonomi agar pendapatan masyarakat akan meningkat,” kata Imran.
Namun, ia mengakui ada beberapa kendala seperti irigasi yang perlu ditingkatkan agar hasil panen dapat meningkat. Ia berharap agar pengelolaan pertanian dapat terintegrasi dengan baik, termasuk pengelolaan hasil pangan.
Imran juga menyoroti dilematika kenaikan harga beras di Subang, padalah Subang adalah peringkat 3 Nasional dan di Provinsi Jawa Barat sebagai daerah penghasil beras.
“Saya mengusulkan kolaborasi dengan BUMD serta pembentukan konsorsium beras untuk mengelola hasil panen secara efisien,” jelasnya.
Pj. Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, mengaku optimis dapat mempertahankan Provinsi Jawa Barat sebagai peringkat 1 penghasil beras skala nasional, dan berjanji untuk menugaskan BUMD Subang dalam mengelola hasil panen padi.(sir)







