Philadelphia, spiritnews.co.id – Datavault AI (Nasdaq: DVLT) (“Datavault”), pemimpin dalam tokenisasi dan manajemen data, mengajukan gugatan hukum terhadap Wolfpack Research dan pendirinya, dan David, atas laporan singkat yang berniat jahat dan memfitnah yang dirilis oleh tergugat pada tanggal 31 Oktober 2025. Paul Hastings LLP mewakili Datavault dalam perkara ini.
Laporan itu memuat tuduhan yang salah dan menyesatkan serta pernyataan yang bersifat memfitnah terhadap Datavault dan personelnya. Tergugat secara terang-terangan telah mengabaikan dokumen publik Datavault, menunjukkan ketidakpedulian terhadap fakta-fakta yang dapat diverifikasi, serta dengan sengaja menghilangkan konteks penting yang secara langsung merugikan Datavault dan pemegang sahamnya.
“Perusahaan, pemegang saham kami, dan saya telah dirugikan oleh serangan jahat dan bermotif menguntungkan diri sendiri yang dilakukan oleh Wolfpack. Kami akan menempuh segala upaya yang tersedia untuk menuntut pertanggungjawaban Wolfpack dan Dan David di pengadilan,” ujar Nathaniel Bradley, CEO Datavault AI. “Meskipun serangan ini menjadi gangguan yang disayangkan, kami tetap fokus pada upaya menghasilkan pendapatan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham kami.”
Salinan gugatan itu tercantum sebagai Exhibit 99.1 pada Laporan Terkini Datavault dalam Formulir 8-K yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) A.S. pada tanggal 10 November 2025.(rls/red/ops/sir)







