Bupati Aep : Masyarakat Karawang Harus Memiliki Kompetensi Industri

  • Whatsapp

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang terus berupaya menyiapkan masyarakat yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri, agar mereka bisa mendapatkan kesempatan kerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

“Saat ini di Karawang ada sembilan kawasan industri, di dalamnya cukup banyak perusahaan yang beroperasi,” kata Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, saat menerima kunjungan Komisi VII DPR RI, di Kawasan Industri KIIC Karawang, Rabu (26/8/2026).

Bacaan Lainnya

Ia berharap perkembangan industri di daerahnya seiring dengan semakin terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat lokal Karawang. Untuk mendukung hal tersebut, katanya, Pemkab Karawang telah melakukan berbagai upaya untuk mempersiapkan kompetensi masyarakat, termasuk meningkatkan kompetensi dan menyiapkan standar pelatihan agar tenaga kerja lokal memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia berharap sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga pendidikan, dan pelaku industri dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kualitas serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Dengan demikian, pertumbuhan kawasan industri di Karawang tidak hanya mendukung kegiatan ekonomi, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat di daerah tersebut.

Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, keberadaan kawasan industri harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, salah satunya melalui penciptaan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, generasi muda di Karawang perlu mendapatkan kesempatan memperoleh pekerjaan yang layak dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan perusahaan. Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Kapasitas dan kualitas calon pekerja perlu disesuaikan dengan kebutuhan industri agar tenaga kerja yang tersedia dapat memenuhi kualifikasi perusahaan. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan pendidikan vokasional di sekitar kawasan industri.

“Program pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan dunia kerja,” katanya.(ops/sir)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait