Mahasiswa PMM UMM bersama Masyarakat Gotong Royong Membangun Jalan

  • Whatsapp
banner 468x60

Kabupaten Magetan, spiritnews.co.id – Melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 50 ikut serta membangun jalan sepanjang 1 kilometer di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Koordinator Kelompok 50 PMM UMM Desa Ngancar, Adam Fairus, mengatakan, kegiatan gotong royong dalam pembangunan jalan menuju area tegalan (perkebunan), tepatnya di RT 011, sebelah SD Negeri Ngancar 2 untuk mempermudah akses perekonomian masyarakat.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Program Pengabdian ini diarahkan dan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Ary Bakhtiar, SP. MSi untuk selalu berinisiatif dan selalu berdampingan dengan masyarakat.

“Gotong royong merupakan tradisi yang masih tetap terjaga di Desa Ngancar.  Tradisi yang masih mengakar kuat hingga sekarang membuat kekeluargaan yang terjalin antar warga begitu erat. Bahkan apabila ada warga yang ingin merobohkan rumahnya guna direnovasi, hampir semua turun tangan membantu dalam pengerjaannya,” kata Adam dalam rilis yang diterima spiritnews.co.id, Rabu (12/8/2020).

Dikatakan, pembangunan jalan ini untuk akses utama dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Ngancar yang berada di kaki Gunung Lawu. Sebab, mayoritas warga berkebun.

“Program kerja kami di Desa Ngancar ada empat sebetulnya. Pembuatan nama gang, sosialiasi new normal kepada pedagang, pembuatan video promosi wisata, dan pembuatan tempat cuci tangan di beberapa titik tempat wisata,” katanya.

Keseriusan masyarakat Desa Ngancar dalam memperbaiki fasilitas seperti jalan cor, saluran pipa air, gorong-gorong dan lain sebagainya sebagai pekerjaan bersama. Tidak sikap saling menyudutkan orang tertentu, semua dikerjakan bersama untuk kesejahteraan bersama baik ekonomi, fasilitas maupun pendidikan.

“Gotong-royong merupakan bagian dari masyarakat Desa Ngancar, untuk kemaslahatan bersama apapun dilakukan. Pembuatan jalan cor untuk menuju tegalan (perkebunan) seperti ini pun swadaya dari masyarakat sendiri,” kata Jarwo, salah satu warga Desa Ngancar.(rls/red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60