Pasca Bentrokan Ormas, Polres Karawang Tetapkan Lima Tersangka

  • Whatsapp

Kabupaten Karawang, spiritnews.co.id – Pasca peristiwa bentrokan antar ormas (Organisasi Massa) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (24/11/2021), penyidik Polres Karawang sempat mengamankan tujuh orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan terhadap tiga orang anggota LSM GMBI hingga mengalami luka parah dan meninggal dunia.

Dari tujuh yang diamankan itu, penyidik menetapkan lima orang diantaranya tersangka. Dua tersangka diantaranya merupakan pelaku utama pengeroyokan.

Bacaan Lainnya

“Lima tersangka sudah ditetapkan menjadi tersangka, dua lagi masih tahap pendalaman. Ada dua pelaku utama pengeroyokan dengan menggunakan clurit dan memukul dengan kayu,” kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono, saat konferensi pers di Mapolres Karawang, Kamis (25/11/2021) yang didampingi Danrem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon, Kol. TNI. Elkines Pilando Dewaga, Dandim 0604 Karawang Letkol TNI Medy Haryo Wibowo, Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP Oliestha.

Diakuinya, hingga saat ini pihak masih melakukan pendalaman terhadap para pelaku. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam peristiwa tersebut.

“Semua pelaku yang terlibat dan terbukti akan kami kejar dan proses hukum yang berlaku,” katanya.

Dijelaskannya, korban penganiayaan dalam bentrokan tersebut berawal dari empat korban masuk ke Karawang untuk ikut aksi unjuk rasa dengan kendaraan logo ormas GMBI. Namun ditengah perjalanan korban bertemu dengan ormas lain.

“Awalnya mereka inging mencari makan sedangkan rekan mereka yang lain sedang aksi unjuk rasa. Mereka menyasar ke arah kota Karawang dan bertemu dengan ormas lainnya,” ucapnya.

Akibat penganiayaan tersebut satu orang meninggal bernama Achmad Sudir warga Lodan Wetan RT 003/001 Kelurahan Lodan Wetan, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah setelah mendapat perawatan di Mandaya Hospital.

“Kami berharap kepada pimpinan ormas untuk menahan diri agar jangan terpencing. Karena kami yakinkan proses hukum akan tegak lurus agar karawang kondusif,” jelasnya.

Terkait penyebab bentrokan karena perebutan masalah limbah ekonomis, Kapolres mengaku masih mendalaminya. Aldi mengatakan, pihaknya bakal menangani premanisme dan anarkis secara tegas. Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh premanisme dan anarkisme. Siapapun itu akan kita hadapi jika mereka melanggar hukum,” ucapnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi bentrok susulan pihaknya melamukan penebalan pasukan keamanan. Selain personil Polri juga ada penambahan dari unsur TNI dari Kala Hitam, Subang.

“Kami menerjunkan 700 personel untuk mengamankan situasi. Mereka saat ini sudah disebar disejumlah titik yang kami anggap rawan,” tegasnya.

Sebelumnya, salah orang anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) yang dikeroyok di Jalan Interchange Karawang, tepatnya di depan Hotel Resinda pada Rabu (24/11/2021) siang,  meninggal di Mandaya Hospiatl pukul 17.30 WIB.

Dandim 0604 Karawang Letkol TNI Medy Haryo Wibowo, mengatakan, siapapun itu orangnya, jangan coba-coba membuat keributan dan mengganggu ketertiban umum.

“Kami TNI/POLRI sudah bersepakat akan bersama-sama menciptakan suasana di Karawang kondusif,” ungkapnya.(ops/sir)

Pos terkait