Internal Control Questionnaires Solution of Retail Shop

  • Whatsapp

RETAIL SHOP mungkin sudah menjadi tidak asing di dalam dunia bisnis. Fokusnya adalah penjualan eceran, yang mana bisnis ini menjual produk atau jasa kepada konsumen individu atau konsumen akhir untuk digunakan sendiri atau tidak dijual kembali (pengguna akhir).

Penulis : Achsan Adi Wicaksana

Bacaan Lainnya

Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

Kenyataannya di Indonesia sudah banyak pelaku usaha membuka retail shop ini karena menjadi ladang yang cocok untuk menjadikan bisnis kebutuhan masyarakat. Tak heran kita sering menjumpai di setiap wilayah seperti Toserba, Outlet, maupun Minimarket.

Mencoba terjun ke bisnis retail perlu diketahui juga kelebihan dan kekurangannya daripada jenis bisnis lainnya. Menilik dari kelebihan usaha retail kita dapat memulai dengan modal kecil,  juga dapat meraih keuntungan yang besar dengan strategi pemasaran yang tepat, jenis produk yang jelas memudahkan dalam menarik konsumen potensial.

Tetapi pasti ada kekurangannya seperti retail skala kecil masih sulit berkembang dan kalah dengan bisnis yang lebih besar, kemudian tanpa keahlian pengelolaan toko risiko rugi cukup besar, maka dari itu kita sebagai pengusaha perlu mencari solusi.

Pengusaha pastinya tidak ingin kekurangan yang ada dibiarkan begitu saja, hal paling penting bisa dilihat dari pengendalian internalnya. Tujuan utamanya adalah membantu menjaga organisasi dan mencapai tujuannya. Fungsinya meminimalkan risiko dan melindungi aset, memastikan keakuratan catatan, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendorong kepatuhan terhadap kebijakan, aturan, peraturan, serta undang-undang.

Pengendalian internal nantinya dirancang untuk memberikan jaminan yang masuk akal mengenai pencapaian tujuan dalam kategori efektivitas dan efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, serta kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.

Solusi yang mudah kita bisa menggunakan Internal Control Questionnaires, karena  lebih sederhana dan praktis. Biasanya KAP sudah memiliki satu set ICQ yang standar, digunakan untuk memahami dan mengevaluasi pengendalian intern di berbagai jenis perusahaan.

Pertanyaan-pertanyaan dalam ICQ diminta untuk dijawab Ya (Y), Tidak (T), atau Tidak Relevan (TR). Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah disusun dengan baik, maka jawaban “Ya” akan menunjukkan ciri internal control yang baik, “Tidak” akan menunjukkan ciri internal control yang lemah, “Tidak Relevan” berarti pertanyaan tersebut tidak relevan untuk perusahaan tersebut.

Internal Control Questionnaires biasanya memberikan pertanyaan-pertanyaan menyangkut struktur organisasi, keadaan pembukuan, misalnya apakah proses pembukuan dilakukan secara manual atau computerized, lalu ada siklus pembelian, penjualan, aset tetap, gaji dan upah.

Pertanyaan itu semua ditujukan untuk bisa memberikan harapan mengenai keadaan umum perusahaan dan akuntansi agar mengetahui efektivitas dalam suatu usaha yang dijalankan.(*)

Editor: Lassarus Samosir, SE

Pos terkait